Update Covid-19 Nasional 20 Desember: Mutlak Positif 664. 930 Orang, Segar 541. 811


Ilustrasi

JAKARTA, Waspada. co. id – Jumlah kasus baru harian virus Corona di Indonesia, per Minggu (20/12), bertambah 6. 982 kejadian. Dengan begitu secara keseluruhan, konglomerasi angka positif Covid-19 sejak virus menjejak di Indonesia pada kausa Maret 2020 hingga kini mencapai 664. 830 kasus.

“Penambahan kasus 6. 982, mutlak terkonfirmasi 664. 930, ” begitu dikutip dari data Satgas Pengerjaan Covid-19.

Dari jumlah total itu, sebanyak 541. 811 di antaranya dinyatakan sembuh. Sementara, kasus meninggal dunia bertambah menyentuh 19. 880 kasus.

Adapun penambahan kasus kematian harian pada Minggu (20/12) mencatatkan rekor dengan 221 orang meninggal terpapar Covid-19. Rekor sebelumnya sempat pula terdata pada 11 Desember dengan penambahan harian 175 kasus kematian.

Untuk jumlah suspek, per Minggu (20/12) hari ini mencapai 66. 702 orang dan jumlah spesimen yang diperiksa 48. 134 unit.

Pada Sabtu (19/12), total kasus positif Covid-19 mencapai 657. 948 kasus. Dari jumlah tersebut, 536. 260 dinyatakan sembuh serta pasien meninggal berjumlah 19. 659 kasus.

DKI Jakarta masih menempati urutan pertama, jumlah penambahan pasien positif corona secara 1. 899 kasus. Jumlah tertimbun pasien positif DKI Jakarta sebanyak 161. 519 kasus.

Kemudian, diikuti Jawa Barat urutan kedua dengan penambahan pasien terkonfirmasi positif sebanyak 1. 132 peristiwa sehingga total mencapai 72. 896 kasus. Jawa Tengah di urutan selanjutnya dengan penambahan 998 kejadian. Total kasus positif Covid-19 pada Jawa Tengah hingga kemarin menyentuh 70. 653 kasus.

Lonjakan kasus positif di Nusantara diperkirakan akan terus meningkat. Pemerintah berupaya untuk menekan laju lonjakan kasus positif Covid-19 menjelang simpulan tahun.

Pemerintah mewanti-wanti masyarakat agar tak bepergian selama libur akhirusanah. Pasalnya, momen libur panjang acap memicu peningkatan kasus aktif Covid-19 di Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, mobilitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19 sangat berisiko dan membahayakan pelaku perjalanan lantaran tidak ada yang tahu dari mana virus penyebab Covid-19 berasal.

“Lonjakan kasus positif bukanlah hal dengan patut diremehkan mengingat lonjakan peristiwa ini membawa dampak lanjutan yang lain seperti berkurangnya jumlah tempat terbaring di isolasi maupun ruang ICU, di mana di beberapa kawasan kapasitasnya sudah di atas 70 persen terisi, ” kata Wiku.

Dampak lanjutan lainnya, kata Wiku, bertambahnya tugas penanganan dari para petugas kesehatan, meningkatnya potensi penularan, dan naik juga korban jiwa akibat Covid-19.

Menurut dia, pemerintah saat ini sedang menyusun kebijakan kunjungan selama periode liburan panjang termasuk syarat testing bagi pelaku kunjungan menggunakan tes swab antigen yang diakui sebagai alat screening Covid-19 oleh Organisasi Kesehatan Internasional (WHO).

“Satgas menyadari kaum bagian dari peraturan ini terkesan sulit dijalankan. Tapi masyarakat harus menyadari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah bertujuan melindungi masyarakat dan menyekat lonjakan kasus Covid-19, ” ujar dia lagi. (cnnindonesia/ags/data3)