tujuh Tahun Bekerja, Mantan Manajer Perusahaan Laundry Ini Ganjil Dipecat Semena-mena

MEDAN, Waspada. co. id – Setelah mengabdi semasa 7 tahun, Selly Khosman yang dipercayakan menjabat Direktur Operasional Verona Laundry menjalani nasib memilukan.

Wanita berusia 29 tahun ini dipecat semena-mena ataupun di-PHK sepihak oleh manajemen perusahaan CV CJ yang bergerak di bidang laundry.

Selly yang ditemui mengiakan, selama ini ia bekerja di Verona Laundry semenjak tahun 2014. Menjabat jadi manajer operasional, ia memeriksa 7 outlet Verona Laundry di berbagai daerah seolah-olah Medan, Binjai, Tebingtinggi & Siantar.

Selama perusahaan ia mengontrol kongsi tersebut, omzet dan pendapatan meningkat. Namun, wanita dua anak ini tidak menyangka mendapat surat pemecatan ataupun PHK pada tanggal 31 Mei 2021 lalu.

“Saya heran, dengan alasan tidak disiplin membuktikan saya sering meninggalkan kantor di jam istirahat. Bagian perusahaan memecat saya, barang apa yang dituduhkan ke beta tidak benar dan tidak masuk akal tanpa menyerahkan surat peringatan, ” keluh Selly, Minggu (20/6).

Selama 7 tarikh bekeja, Selly selalu disiplin untuk memberikan contoh baik kepada karyawan. Hanya sekadar, ia menduga pihak manajemen merasa terusik saat dia mempertanyakan ke perusahaan perkara penanggulangan limbah.

“Saya sempat tanya perkara itu, dari situ langsung bermasalah dengan perusahaan penasihat Verona. Padahal itu seharusnya menjadi syarat wajib perusahaan. Dari situlah tiba-tiba hamba di-PHK dan diberikan benar pesangon apapun, ” ungkapnya.

Selly meminta, masalah yang dihadapinya mampu segera dituntaskan oleh perusahaan. Ia telah membawa urusan tersebut dengan meminta pelestarian ke serikat buruh, biar perusahaan tersebut bertanggung jawab atas pemecatan sepihak yang dialaminya.

Dalam lokasi yang sama, Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kota Daerah, April Waruwu mengatakan, permasalahan yang dihadapi oleh Selly telah mereka terima. Kejadian itu sudah mereka adukan ke Disnaker Kota Medan dan DPRD Kota Daerah.

Pemecetan sepihak dan permasalahan izin limbah di Verona Laundry telah dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kota Medan.

“Pemecatan yang dilakukan tidak pantas, karena tak ada dasar mekanisme proses yang dilakukan perubahan minus memberikan surat peringatan. ana duga PHK yang dikakukan sewenang-wenang, dia (Selly) tersebut manajer yang punya loyalis dan kedisiplinan, jadi telah tahu mana yang cara dan benar, jadi bukan manajer satu minggu dengan dipecat sesuka hati, ” kesal April Waruwu.

Permasalahan PHK sepihak dilakukan pihak perusahaan sesuai ini bukan hal terakhir. Untuk itu pihak KSBSI akan memberikan bantuan kepada pekerja yang kerap menjelma korban.

“Kita akan advokasi, jika tak disikapi. Maka kami kerjakan gerakan organisasi, dengan aksi unjuk rasa, ” tegasnya lagi.

Pihaknya memang sudah memenuhi seruan dari Disnaker, tapi hanya sebatas madiasi. Pihaknya bakal mengusut kenapa korban Sally di PHK semena-mena.

“Jika kasus dengan nenimpa Selly tidak diusut, gerakan organisasi tidak bakal putus kami lakukan. Ana hanya ingin si Selly dipekerjakan kembali, ” ucap April Waruwu.

Dari hasil penelusuran mereka, lanjut aktivis buruh itu, ada temuan beberapa karyawan Verona Laundry yang sedang bekerja dengan upah di bawah ketentuan, seperti tanda kerja melebihi, lembur tak sesuai, cuti tidak tersedia. Bahkan pekerja dipaksa bertanggung jawab atas kerusakan penyajian yang sebenarnya bukan kepalang jawab pekerja.

“Kasus ini akan kita laporkan ke pengawas provinsi UPT I Ketenagakerjaan Jawatan Provinsi serta melaporkan ke Wali Kota Medan, ” tegas April Waruwu menutup.

Manajemen kongsi Verona Laundry yang dikonfirmasi melalui via telepon secara nomor 081160xxxx tidak bakal menjelaskan permasalahan tersebut. “Tidak ya pak, ” katanya dari sambungan telepon sesudah mengatahui yang menelponnya kuli Waspada Online. (wol/ril/data3)

Editor AGUS PATI