Trump Susun Langkah Keras Hadapi China Jelang Lengser


Donald Trump (AP)

WASHINGTON, Perdata. co. id – Pejabat senior pemerintahan Amerika Konsorsium menuturkan Presiden Donald Trump merancangkan beberapa langkah keras baru buat melawan China. Rencana tersebut terungkap di pekan-pekan terakhir masa jabatannya, yang berpotensi membatasi ruang garit presiden terpilih Joe Biden.

Tanpa rincian lebih tinggi, langkah yang dipertimbangkan termasuk melindungi teknologi AS dari eksploitasi militer China, melawan penangkapan ikan gelap, dan lebih banyak sanksi kepada pejabat atau lembaga Partai Komunis atas kekacauan di Hong Kong atau Xinjiang.

“Kecuali Beijing membalikkan arah dan menjelma pemain yang bertanggungjawab di panggung global, presiden AS di kala depan akan merasa bunuh diri secara politik untuk membalikkan kegiatan bersejarah Presiden Trump, ” kata pendahuluan John Ullyot, juru bicara Mahkamah Keamanan Nasional dalam sebuah maklumat.

Dilansir Straits Times , Senin (16/11), sebelumnya media Axios melaporkan kalau Trump dapat mengumumkan sanksi ataupun pembatasan perdagangan terhadap lebih banyak perusahaan, entitas, atau pejabat negeri China dengan alasan pelanggaran HAM atau ancaman terhadap keamanan nasional AS.

Sementara tersebut, Ed Mills, seorang Analis sejak Raymond James Financial menulis di dalam sebuah catatan yang diterbitkan dalam Jumat (13/11) bahwa perusahaan bantuan keuangan itu bersiap atas order eksekutif tambahan pada posisi besot keras, yang dibuat dengan cara yang mungkin sulit untuk dibalik.

Penilaian itu mengikuti perintah eksekutif Trump pada yang melarang investasi Amerika di perusahaan China yang dimiliki atau dikendalikan oleh militer.

Menurut laporan Axios, order tersebut melarang perusahaan investasi dan dana pensiun untuk membeli dan menjual saham 20 perusahaan China yang ditunjuk oleh Pentagon, dengan dianggap memiliki hubungan militer di Juni. Tak hanya itu, 11 perusahaan lainnya juga dimasukkan di dalam daftar tersebut pada Agustus berarakan.

Dikatakan pula kalau pejabat administrasi sedang mendiskusikan pengembangan daftar tersebut. Selain itu, tadbir Trump juga menghadapi tenggat zaman di pertengahan Desember untuk menganjurkan sanksi kepada setiap bank yang memiliki urusan bisnis dengan penguasa yang diidentifikasi merusak otonomi Hong Kong. (wol/ari/cnnindonesia/d2)