Ternyata Pelantikan Akhyar Nasution Masih Diusulkan


WOL Photo/Iman Harahap

MEDAN, Waspada. co. id – Beredar kabar di DPRD Medan bahwa, Selasa (26/1) hari itu Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution bakal dilantik menjadi Pemangku Kota Medan definitif menggantikan Wali Kota Medan sebelumnya Dzulmi Eldin yang tersandung kasus suap RpRp2, 1 miliar dan divonis enam tahun penjara serta denda Rp500 juta subsider 4 bulan pasung oleh Pengadilan Negeri Medan.

Setelah Waspada Online mencari tahu lebih lanjut mengenai data tersebut, ternyata besok itu cuma sidang paripurna Pemberhentian Wali Tanah air Medan Dzulmi Eldin masa sisa jabatan tahun 2016-2021 dan Pengusulan Wali Kota Medan Akhyar Nasution masa sisa jabatan tahun 2016-2021.

Hal itu tertuang dalam hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Medan yang dipimpin Ketua DPRD Medan Hasyim SE dan dihadiri sejumlah anggota DPRD Medan yang tergabung dalam Banmus.

Namun, sebelumnya Hasyim mengaku akan membahas proses pengangkatan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution. Politisi PDIP ini juga mengaku sebelumnya kalau pihaknya sudah menerima surat dari Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi terkait permohonan pelantikan Akhyar Nasution menjadi Wali Kota Medan definitif.

Baca juga: Mulai Kelak, Akhyar Nasution Sah Jadi Wali Kota Medan

“Kita sudah sejak periode memerintahkan Plt Sekwan untuk koneksi dengan Pemko Medan terkait ini. Dan baru hari ini kita dapat jawaban dari Pemko Zona, ” bebernya.

Bertambah lanjut Hasyim menjelaskan, terkait koneksi ini Sekda Pemko Medan mengirimkan dalam proses ini tidak menetapkan adanya surat dari Pemko. “Untuk proses pengangkatan itu katanya tidak perlu surat dari depan (Pemko Medan, red), padahal komunikasi itu kita lakukan mengikuti langkah yang sama saat definitif Wali Kota Dzulmi Eldin dari Rahudman Harahap era itu, ” jelasnya.

Di sisi lain Wakil Pemimpin DPRD Medan Rajudin Sagala mengaku heran dengan lambannya proses pelantikan ini. Politisi PKS ini pun berharap definitif Akhyar Nasution mampu segera dilakukan karena tidak tersedia lagi masalah yang mengganjal.

“Kan tidak ada urusan, semuanya sudah clear, jadi kenapa harus ada proses yang periode, ini yang membuat kita aneh, ” ketusnya. (wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN