Siti Suciati Menduga, Banyak Kebocoran Penerimaan di PUD Pasar Medan


WOL Photo

MEDAN, Waspada. co. id – Anggota Komisi III DPRD Medan Siti Suciati blak-blakan menuding banyaknya kebocoran pada Perusahaan Umum Daerah (PUD) Rekan Kota Medan. Hal itu dikarenakan ketidaktransparan direksi BUMD tersebut menguraikan anggaran. Dalam rapat Komisi III dengan PUD Pasar, ia mengaku heranan dengan pengelolaan pasar, khususnya di Pasar Marelan.

“Saya melihat masih banyak pedagang yang berjualan di luar Pasar Marelan, padahal kios-kios di dalam masih banyak yang kosong, ” bilang Uci saat rapat dengan berlangsung di ruang Komisi III, Selasa (23/6).

Politisi Gerindra ini menduga, adanya permainan di lingkup PUD Pasar jadi disinyalir banyak kebocoran anggaran.

“Survey saya di Rekan Marelan, pengutipan pedagang bervariasi. Tersedia yang Rp7 ribu, Rp8 ribu sampai Rp9 ribu. Bagaimana kriterianya, kenapa berbeda-beda kutipan? Kenapa distributor yang diluar tidak dimasukkan, membangun masih banyak lapak kosong. Jadi pasar bisa kelihatan lebih terang dan tertata, ” katanya.

Wanita berhijab ini murung dengan kondisi pasar yang semrawut dan tak tertata rapi. “Kita berharap ke depannya, pasar-pasar tradisional lebih tertata rapi, jangan serabutan dan bauk lagi. Apalagi sampahnya, harus cepat dibersihkan, ” harapnya.

Advertisement

Menyoal itu, Plt Dirut PUD Pasar Medan Kadar Purba mengatakan pihaknya menetapkan retribusi Rp10 ribu setiap hari ke pedagang. Namun dikarenakan kondisi pandemi covid-19, pendapatan pedagang berkurang tajam.

“Karena itu banyak pedagang yang membayar semampunya aja, tak bisa dipatokkan. Kondisi masa ini ekonomi terganggu karena corona, ” beber Nasib.

Namun alasan itu dibantah sebab Uci, karena survey yang dilakukannya di Pasar Marelan sebelum zaman pandemi corona. “Kenapa bisa tersedia negoisasi harga terhadap pedagang? Asing juga. Saya survey sebelum pandemi corona, ” timpal Uci.

Mengenai itu, Nasib mengiakan baru tahu dan akan mengevaluasi Kepala Pasar Marelan. Untuk stan yang kosong, Nasib menyebutkan sebagian kios sudah ada pemiliknya. Namun belum ditempati. (wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN