Saudi Akhirnya Beri Izin Umrah, Ini Syaratnya

RIYADH, Waspada. co. id – Pemerintah Arab Saudi, pada Senin (5/4), akhirnya menganjurkan izin umrah mulai depan Ramadan dan hanya untuk jemaah yang sudah memperoleh vaksin Covid-19.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyatakan dalam pernyataannya bahwa ada 3 jenis orang yang dianggap sudah “imun”.

Mereka adalah yang sudah mendapatkan besar dosis vaksin Covid-19; mendapatkan sebuah dosis vaksin setidaknya 14 hari sebelum umrah; dan mereka yang telah sembuh dari Covid-19.

Hanya ketiga jenis jemaah tersebut yang akan mendapatkan izin untuk melaksanakan umrah, termasuk hadir & beribadah di Masjidil Haram Makkah. Persyaratan itu juga berlaku untuk jemaah dengan ingin memasuki wilayah Masjid Nabawi di Madinah.

Kementerian mengatakan kecendekiaan tersebut akan dimulai di Ramadan, yang diprediksi dimulai pekan depan. Namun belum diketahui kebijakan itu hendak diberlakukan sampai kapan.

Belum jelas juga apakah kebijakan yang pegari di tengah peningkatan kasus Covid-19 di negara tersebut akan diperpanjang hingga musim haji tahun ini.

Pada Juli 2020, Arab Saudi menggelar ibadah haji terbatas dan menjadi kegiatan haji dengan jumlah terkecil dalam sejarah dunia modern karena pandemi Covid-19. Kala itu, hanya 10 ribu muslim warga Arab Saudi yang diizinkan untuk berhaji. Jumlah itu benar sedikit bila dibandingkan haji pada kondisi biasanya yang mampu melibatkan hingga 2, 5 juta muslim daripada seluruh dunia.

Kebijakan kuota untuk haji tahun ini juga belum dipastikan oleh Pemerintah Arab Saudi. Meski begitu, taat laporan media pro-pemerintah Okaz, hanya jemaah yang sudah mendapatkan vaksin yang mungkin diizinkan berhaji pada tarikh ini.

Di dalam Oktober 2020, Pemerintah Arab Saudi membuka Masjidil Suci untuk jemaah untuk perdana kalinya usai tujuh bulan ditutup karena pandemi. Pembukaan itu juga sebagai metode relaksasi pembatasan akibat pandemi dan memungkinkan sebagian bagian melaksanakan umrah.

Kegiatan umrah biasanya mengakui jutaan muslim dari seluruh dunia setiap tahunnya. Pihak pemerintah setempat menyebut umrah akan kembali diberlakukan ke kapasitas penuh begitu intimidasi pandemi mereda. (wol/cnnindonesia/ari/p1)