Sabrina: Seluruh Bantuan JPS Sudah Tersalurkan


Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada. co. id – Negeri Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) telah menyalurkan seluruh bantuan Jaring Pendamai Sosial (JPS) ke seluruh kabupaten/kota di Sumut. Kuantitas dan kualitas sembako yang dibagikan juga sudah sesuai kontrak dengan penyedia bahan.

Demikian disampaikan Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi mencuaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Dr Hj R Sabrina masa memimpin rapat evaluasi penyaluran JPS dengan para Sekda kabupaten/kota se-Sumut secara virtual di Medan, Rabu (24/6).

Secara umum, kabupaten/kota melaporkan bahwa kuantitas serta kualitas sembako yang dibagikan telah sesuai kontrak dengan penyedia barang. Meski ada beberapa kabupaten/kota dengan mengalami kendala, seperti barang yang rusak atau kurang, hal tersebut dapat diselesaikan segera oleh pihak penyedia.

“Barang dengan disalurkan dalam kondisi yang lulus baik. Ketika ada barang yang kurang kita minta ditambah, jika ada rusak kita minta substitusi dan itu sudah dilakukan. Maka sekarang kualitas dan kuantitas telah sesuai kontrak. Tadi kabupaten/kota melaporkannya, kita juga minta laporannya dengan tertulis, ” kata Sabrina.

Mengenai masyarakat yang belum mendapat bantuan, Sabrina mengatakan hendak mendapat bantuan yang bersumber dari luar Pemprovsu, seperti bantuan dibanding pemerintah pusat, pemkab/pemko maupun pemberian desa.

Advertisement

Namun Sekda mengharapkan agar masyarakat yang tak terdaftar dalam Data Terpadu Ketenteraman Sosial (DTKS) juga aktif mengetengahkan kepada pemerintah di tingkat lembah, seperti desa atau kelurahan. Karena memang data masyarakat prasejahtera yang baru akibat terdampak Covid-19 belum update.

Sebagai informasi, DTKS yang ada di Sumut sebanyak 1. 321. 426 bapak (KK). Sekdaprovsu mengatakan Badan Penjagaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah memvalidasi DTKS tersebut. BPKP telah menguji data penerima yang betul-betul layak, sehingga data yang ditemukan sebanyak 1. 075. 054 KK.

Sabrina juga menghamparkan beberapa poin mengenai hal yang harus dievaluasi. Di antaranya masih ada kabupaten/kota yang belum 100% menyalurkan bantuannya kepada masyarakat, sesuai Kabupaten Samosir (proses pengadaan), Kabupaten Toba (24, 6%), Kabupaten Mandailing Natal (49, 35%), Kabupaten Nias (85%), dan Kota Pematangsiantar (71, 89 %).

“Bagi kabupaten/kota yang belum selesai pendistribusiannya, agar mempercepat pendistribusian sembako kepada penerima manfaat, baik yang terdata pada DTKS hasil verifikasi/validasi maupun penerima manfaat yang terdampak Covid-19, ” ujar Sabrina.

Sekda Kabupaten Tapanuli Tengah, Hendri Susanto Lumbantobing, mengatakan ada kurang barang yang rusak, namun situasi tersebut segera diselesaikan oleh pihak ketiga. Hal serupa dikatakan Sekda Kota Gunungsitoli, Agustinus Zega.

Sekda Mandailing Natal, Gozali Pulungan, mengatakan penyaluran di daerahnya agak terlambat, lantaran daya tampung gudang yang tidak memadai. Sejenis pula Kabupaten Nias yang memiliki kendala keterbatasan gudang dan lokasi sulit dijangkau. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL