Rudiawan Sitorus: Kesawan City Walk Belum Melalui Kajian Study Kelayakan

MEDAN, Waspada. co. id – Anggota Komisi III DPRD Medan, Rudiawan Sitorus, membicarakan bahwa pihaknya tidak pendidikan adanya program Kesawan City Walk (KCW) masuk dalam agenda Pemko Medan Tahun Anggaran 2021 yang sudah disahkan anggarannya pada akhir 2020 lalu.

“Setahu saya sampai era ini tidak ada penyungguhan ke Komisi III mengenai program (Kesawan City Walk, red) ini. Karena kita belum ada pertemuan makin pembicaraan tentang itu, ” katanya kepada Waspada Online, Rabu (14/4).

Rudiawan pun mengaku akan mempertanyakan dinas terkait dari mana anggaran untuk menggelar kegiatan Kesawan City Walk tersebut. Pada pertemuan yang direncanakan mengundang Dinas Pariwisata dan Jawatan Koperasi dan UKM nantinya, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah pertanyaan mendalam.

“Senin (19/4) depan, mau kita RDP (rapat dengar pendapat) dengan dinas terkait, supaya dapat titik terangnya, ” ujarnya.

Menyoal temuan anggota Pansus LKPj Wali Kota Medan Tahun Anggaran 2020 Haris Kelana Damanik, yang menyebutkan adanya dugaan praktik berniaga beli lapak di Kesawan City Walk, pihaknya jadi mendalami informasi ini di RDP mendatang. Sebab seluruh bentuk penyimpangan tidak dapat dibiarkan.

Kemudian menyoal katanya keberadaan Kesawan City Walk ini mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari sektor kunjungan wisatawan, politisi PKS ini mengapresiasi keinginan besar Wali Kota Daerah Muhammad Bobby Afif Nasution.

Namun yang perlu diingat Bobby Nasution, kunci keberhasilan Kesawan City Walk adalah banyaknya jumlah pengunjung yang mendatangi stand-stand yang ada, pasca dilaunching hingga saat ini.

“Kalau misalnya tersebut (mendatangkan pengunjung) tidak terjaga, sulit meningkatkan PAD. Makin dari informasi yang kami peroleh, banyak pedagang dengan mengeluhkan sepinya kunjungan, ” terangnya.

Taat Rudiawan, sebelum ditawarkan kepada para pelaku UMKM dalam Kota Medan, sejatinya program Kesawan City Walk ini dilakukan tes study kelayakan terlebih dahulu. Sehingga perkiraan besar yang digelontorkan di dalam program ini tidak mubazir atau sia-sia.

“Apalagi launcingnya Kesawan City Walk di saat bangsa dan pemerintah berjuang menekan angka penyebaran Covid-19. Tapi kalau keberadaan Kesawan City Walk ini hanya sebatas untuk mencitrakan icon Kota Medan yang lain, sah-sah saja. Tapi kalau untuk meningkatkan PAD, harus meniti kajian yang matang dulu, ” pungkasnya.

Untuk melengkapi informasi, Waspada Online mencoba mengkonfirmasi Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono melalui pesan singkat WhatsApp. Akan tetapi mematok berita ini diturunkan, mantan Kabag Aset Setdako Daerah itu tidak merespon. (wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BENTUK