Resmi! Pebalap MotoGP Tak Boleh Substitusi Motor


foto: motogp

MIES, Perdata. co. id – Demi memangkas bujet tim pascakrisis akibat pandemi Covid-19, MotoGP mengumumkan pembekuan perluasan mesin dan aerodinamika.

Krisis yang dialami akibat pandemi Covid-19 membuat seluruh kontestan MotoGP sepakat menghentikan pengembangan mesin dan aerodinamika motornya. Keputusan tersebut diambil demi menekan biaya yang kudu dikeluarkan tim MotoGP untuk mengarungi kompetisi.

Diketahui, pelepasan kompetisi saat ini berdampak terhadap kondisi finansial para kontestan MotoGP, utamanya tim independen. Tidak adanya perlombaan menyebabkan dana segar sejak sponsor terhambat. Padahal, penyediaan mesin menjadi beban anggaran terbesar untuk tim MotoGP.

Awak independen diperkirakan harus menyetor sedekah sebesar 2 juta euro (Rp34 miliar) kepada pabrikan untuk mengontrak paket motor bagi setiap pembalapnya. Alhasil, seluruh tim MotoGP tidak diperbolehkan mengubah mesin dan aerodinamika dari versi yang sudah dihomologasikan pada Maret lalu.

Penerapan kebijakan pembekuan mesin dan aerodinamika dibedakan antara tim konsesi (KTM dan Aprilia) dengan awak non-konsesi (Honda, Yamaha, Ducati, serta Suzuki). Berarti, Honda cs tidak dapat mengubah mesin motornya mematok akhir musim MotoGP 2021. Adapun upgrade aero hanya dilakukan sekadar untuk setiap pembalap pada 2021.

Di sisi asing, KTM dan Aprilia diperbolehkan mengembangkan mesin dan upgrade aero itu setelah musim 2021 berjalan. Siklus pengembangan mesin dan aerodinamika pada MotoGP baru akan kembali wajar pada 2022.

Buat kelas Moto2 dan Moto3, semesta bagian motor mereka tidak bakal berubah selama dua musim ke depan. (wol/aa/crash/data3)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL