Positivity Rate Indikator Penting Pendidikan Tingkat Penularan Covid-19

JAKARTA, Waspada. co. id – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto menyuarakan angka positivity rate Covid-19 tidak bisa dicurangi. Pokok, pemerintah sudah menentukan tumpuan testing kepada seluruh negeri daerah untuk menelusuri urusan Covid-19.

Airlangga mengatakan, pemerintah mengikuti penumpil positivity rate yang direkomendasikan WHO. WHO sendiri menetapkan positivity rate sebesar 5 persen. Saat ini, perihal positivity rate di sejumlah daerah masih terlalu luhur di angka puluhan upah per pekan.

“Pemerintah mendorong agar positivity rate terkait dengan kaki testing yang diterapkan sebab rekomendasi WHO, ” perkataan Airlangga, dalam konferensi maya, Rabu (7/7).

Airlangga mengatakan, positivity rate menjadi indikator penting mengetahui tingkat penularan Covid-19. Jalan menghitungnya, yakni total kejadian positif dibagi dengan total orang yang dites, lalu dikalikan 100. Menteri Pemimpin Bidang Perekonomian ini mengucapkan, positivity rate di wilayah tidak bisa dicurangi secara mengurangi jumlah testing kepada kontak erat pasien Covid-19.

Meskipun, bahan di tiap daerah bisa berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing. Target ini sudah dituangkan dalam Instruksi Menteri Di dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat. Inmendagri menargetkan untuk memajukan testing kepada kontak baik pasien. DI sisi lain, juga berupaya menurunkan positivity rate agar di bawah 10 persen.

“Dalam instruksi Mendagri dengan baru, target testing tersebut ditetapkan. Artinya, minimal harus bisa dicapai, sehingga tak ada daerah yang menyandarkan positivity rate dengan menekan testing, ” kata Airlangga.

Saat tersebut pemerintah juga tengah mempertimbangkan kemungkinan menaikkan status PPKM Ketat di 43 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali menjadi PPKM Darurat. Peluang memajukan status itu masih dikaji tergantung dari sejumlah parameter di tiap daerah. Misalnya, terkait dengan ketersediaan sendi sakit, angka positivity rate yang naik signifikan.

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini mengisbatkan, saat ini masih memantau 43 daerah yang peluang akan dinaikkan statusnya menjadi PPKM Darurat.

“ Dari monitor harian ini kita lihat & memang arahan Bapak Presiden, seandainya daerah itu sarana pendukungnya makin terbatas ataupun berkurang, tentu sesuai dengan mekanisme dengan kriteria dengan ada, tentu kita tingkatkan dari ketat menjadi perlu, ” tegas Airlangga.

Menko Perekonomian mengaku sudah mengundang 10 gubernur dan akan mengundang 17 gubernur, bupati, maupun pemangku kota untuk mengendalikan penyaluran Covid-19 di seluruh daerah. Saat ini, pemerintah sudah menerapkan PPKM Darurat dalam Jawa dan Bali. Kesibukan yang berpotensi memunculkan kelompok di wilayah dengan tangga 4 dihentikan seluruhnya. (wol/pel)

The post Positivity Rate Indikator Penting Menyelami Tingkat Penularan Covid-19 first appeared on Waspada Online | Pusat Berita dan Informasi Medan Sumut Aceh.