Polrestabes Tangkap Mahasiswa Rusak Mobil Jawatan Pemprovsu


WOL Photo

MEDAN, Waspada. co. id – Tim Sat Reskrim Polrestabes Kawasan menangkap mahasiswa pelaku pengerusakan mobil milik Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut saat kesibukan unjuk rasa penolakan UU Omnibus Law yang terjadi di aliran Kampus ITM.

Diketahui mahasiswa yang ditangkap berinisial MHB (21) warga Jalan Sukaramai, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Kepulauan Riau. Sedangkan dua pasar tersangka yang masing-masing berinisial FB alias DB (25) dan Jo (23) hingga kini masih dalam pengejaran.

“Tersangka MHB ini berhasil kita amankan, Rabu (21/10) kemarin sekira pukul 16. 00 WIB saat berada dalam Bundaran Tugu SIB Jalan Gatot Subroto, ” kata Kapolrestabes Kawasan, Kombes Pol Riko Sunarko, didampingi Kasat Reskrim, Kompol Martuasah Tobing, Jumat (23/10).

Riko menerangkan, ditangkapnya tersangka berawal adanya informasi yang diperoleh personel Sat Reskrim Polrestabes Medan, Rabu (21/10) sekira pukul 16. 00 WIB yang menyatakan keberadaan tersangka MHB di Bundaran Tugu SIB Timah Gatot Subroto, Kota Medan medium ikut melakukan aksi unjuk menemui.

Kemudian personil kendati bergerak ke lokasi dan tahu tersangka MHB sedang berada pada sana dan langsung mengamankannya.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka MHB itu pun mengakui perbuatannya dengan posisi mengikuti tersangka FH alias DB dan tersangka JO mengejar 1 unit mobil pick up warna hitam yang untuk dibawa ke tempat terjadinya pengerusakan mobil tersebut, “ungkap Riko.

Bertambah lanjut, Riko menambahkan para simpulan ini menutup mobil milik Biro Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumut itu menggunakan spanduk warna putih dengan cara menutupnya dari
depan hingga kecil, serta meletakkan batu ke pada mobil itu.

Bahkan tersangka juga membawa mobil tersebut ke dalam Kampus ITM, setelah dirusak lantas tersangka
MHB inipun naik di belakang mobil tersebut.

“Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat Pasal 170 dan atau 406 KUHPidana secara ancaman hukumannya 5 tahun penjara, ” pungkasnya. (wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN