PM Inggris Ingin Lanjutkan Kerja Sesuai Dengan Biden


PM Inggris Boris Johnson (BBC)

LONDON, Waspada. co. id – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikabarkan tengah berupaya menjalin hubungan dengan Presiden GANDAR terpilih Joe Biden. Johnson mengantarkan rencana untuk melanjutkan kerja setara dengan Biden terkait demokrasi, hak asasi manusia, dan memerangi perubahan iklim.

Dalam ramah dengan Associated Press , Johnson menekankan kekuatan hubungan trans-Atlantik, terkait “perspektif global bersama” antar kedua negara.

“Amerika Serikat adalah sekutu terdekat dan terpenting kami. Dan tersebut yang terjadi di bawah presiden demi presiden, perdana menteri menetapkan perdana menteri. Itu tidak bakal berubah, ” kata Johnson.

Ia menekankan komitmen kepada internsionalisme, terutama dalam perang melawan perubahan iklim. Johnson berencana buat mengurangi emisi karbon Inggris menjelma nol bersih pada 2050.

“Saya pikir sekarang dengan Presiden Biden di Gedung Putih, kami memiliki prospek nyata dari kepemimpinan global Amerika dalam menuntaskan perubahan iklim, ” ucapnya.

“Kami mempunyai nilai-nilai yang sama. Kami mempunyai minat yang sama. kami memiliki perspektif global yang sama. Tersedia banyak sekali pekerjaan yang menetapkan kita laukan bersama untuk menyembunyikan nilai-nilai itu: keyakinan pada demokrasi, kebebasan berbicara di seluruh dunia, hak asasi manusia, perdagangan luput, dalam tatanan internasional berbasis petunjuk, ” tambahnya.

Atasan Partai Konservatif, Johnson secara besar dipandang sebagai sekutu Trump. Para kritikus bahkan menyebut Johnson jadi salinan “Trump versi Inggris”.

Johnson juga beberapa kala kerap memuji penanganan Trump bagi perekonomian AS. Ia memji ilmu Trump dalam membuat kesepakatan.

Seperti halnya para penilai, Biden pun kerap menyebut Johnson sebagai “tiruan Trump: dan sudah memperingatkan bahwa Brexit akan melaksanakan status Inggris “berkurang”.

Sementara itu, sebelumnya Biden mengucapkan maksud untuk membangun kembali hubungan dengan Uni Eropa, yang sering menjadi sasaran kemarahan Trump. Dia menyebut jika Berlin, Brussel, & Paris, bukan London, menjadi pokok utamanya.

Dubes Inggris untuk AS pada periode 2003 dan 2007, David Manning mengucapkan jika hasil pemilu AS bagus untuk Inggris meskipun Brexit & Trump memiliki latar belakang dengan “canggung”.

“Jelas bahwa presiden terpilih Biden menentang Brexit, ia beranggapan itu buruk untuk Inggris dan Eropa, tetapi itu faktanya dan ia harus realitstis, ” kata Manning kepada Times Radio . (wol/ari/cnnindonesia/d2)