Petugas Kirim Bandit Jalanan ke Tempat Baka


WOL Photo

MEDAN, Waspada. co. id – Tim Reskrim Polsek Medan Kota menembak mati buronan (DPO) spesialis jambret bernama Abdulrahman alias Marisi (28) warga Pasar VIII, Membakar Rahayu, Kecamatan Sibirubiru.

Sebabnya, pelaku melakukan perlawanan hingga melukai petugas dengan pisau, sehingga harus diberikan tindakan tegas terukur yang menyebabkannya meninggal dunia, Kamis (7/1).

Wakapolrestabes Daerah, AKBP Irsan Sinuhaji, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari hasil penyelidikan rekaman CCTV kejahatan yang dilakukan pelaku di Jalan Amaliun Simpang Yuki Simpang Raya, di Rabu (7/10) sekira pukul 14. 30 WIB lalu.

Di mana selanjutnya petugas lulus menangkap rekan pelaku bernama Yudi Susanto (26) warga Jalan AR Hakim yang berperan sebagai joki.

“Dari pemeriksaan dengan dilakukan, selanjutnya diterbitkan DPO kepada pelaku atas nama Abdulrahman pedengan Marisi, ” ungkapnya didampingi Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu M Ainul Yaqin di RS Bhayangkara, Jumat (8/1).

Setelah itu, berlanjut Irsan, pada Kamis (7/1) sekira pukul 13. 00 WIB petugas Unit Reskrim Polsek Medan Kota yang melakukan patroli mendapatkan informasi keberadaan Abdulrahman yang sedang kembali melakukan aksinya jalanannya di zona Jalan Jati I. Karenanya aparat pun langsung segera mengamankannya.

“Saat diinterogasi pelaku mengesahkan telah melakukan pencurian di kira-kira TKP wilayah Polsek Medan Praja, ” jelasnya.

Tetapi saat dilakukan pengembangan untuk karakter lain berinisial M, Irsan mengutarakan Abdulrahman mengambil pisau kecil yang disembunyikannya di slip celananya. Berantakan dia melakukan perlawanan, sehingga menyebabkan seorang anggota Polsek Medan Praja terkena sabetan pisau tersebut dalam bagian tangan kirinya.

“Karenanya pelaku diberi tindakan kasar terukur ke arah dada yang menyebabkannya tewas saat dibawa ke RS Bhayangkara, ” terangnya.

Sementara itu, pelaku Yudi Susanto juga mengakui telah 3 kali melakukan aksi kejahatan pada wilayah Medan Kota, yakni di kawasan Jalan Pelangi, Jalan Turi dan terakhir di Simpang Yuki.

“Sasarannya adalah handphone dan kalung. Hasil penjualannya buat membeli narkoba, ” pungkasnya. (wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN