Penyuap Mantan Sekretaris MA Ditangkap, KPK Janji Ciduk Buronan Lain


WOL Ilustrasi

JAKARTA, Waspada. co. id – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri berjanji bakal menangkap sejumlah buron kasus korupsi lain yang saat ini mengakar dalam daftar pencarian orang (DPO).

Hal itu Firli ungkapkan menyusul penangkapan Direktur Pati PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto, tersangka penyuap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman.

“KPK berkomitmen untuk menyelesaikan perkara-perkara korupsi. PR DPO lainnya tetap akan dikejar sampai tertangkap, ” kata Firli, Kamis (29/10) malam.

KPK berhasil menangkap Hiendra dalam sebuah apartemen di bilangan Dunia Serpong Damai (BSD), Kota Tangerang Selatan sekitar pukul 08. 00 WIB.

Hiendra sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono dalam 16 Desember 2019.

Ia diduga sudah memberi suap kepada Nurhadi serta Rezky dengan uang total senilai Rp45, 7 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA di dalam 2011-2016.

Bos PT MIT itu lantas ditetapkan sebagai DPO bersama Nurhadi dan Rezky pada awal Februari 2020 usai mangkir dalam sejumlah pemanggilan penyeliaan KPK.

Wakil Pemimpin KPK Lili Pantauli Siregar mengutarakan pihaknya mendapat laporan keberadaan Hiendra di salah satu apartemen pada kawasan BSD, Kota Tangsel, kira-kira pukul 15. 30 WIB, pada Rabu (28/10). Tim penyidik KPK lantas bergerak ke lokasi itu pagi tadi.

Hiendra berhasil ditangkap saat hendak mengambil barang di mobilnya. Tim penyidik lembaga antirasuah tersebut langsung membawa Hiendra ke Kantor KPK. Dia yang berhasil buron sekitar delapan bulan itu langsung ditahan di Rutan KPK.

Zaman ini salah satu tersangka dengan masih menjadi buronan KPK adalah mantan politikus PDIP Harun Masiku. Lembaga yang dipimpin Firli itu belum berhasil mencari Harun setelah kabur lebih dari 10 kamar. (cnnindonesia/ags/d2)