Penyelidik Nilai Selama ini USU Lakukan Pembiaran

MEDAN, Waspada. co. id – Pengamat Kebijakan Publik, Siska Barimbing, mengatakan vila dinas yang dimiliki negeri maupun perguruan tinggi (PT) merupakan aset negara dengan tidak boleh menjadi hak pribadi.

Kejadian tersebut disampaikan Siska menyikapi pengosongan rumah dinas dengan dilakukan oleh Rektorat Universitas Sumatera Utara (USU) terhadap keluarga Almarhum pendiri Fakultas Ekonomi, Prof. TMHL Tobing.

Menurutnya, sepanjang prosedurnya telah dipenuhi terlebih dahulu, dengan menyampaikan pemberitahuan untuk pengosongan dengan patut hal itu merupakan langkah yang sudah tepat.

“Meskipun saat ini proses patokan masih berjalan, namun pengosongan ini bisa berjalan dikarenakan perkara ini bukan perkara hak. Tetapi dengan dasar kemanusiaan dan penghargaan pada kontribusi yang diberikan sebab Alm. TMHL. Tobing, ” kata Siska kepada Perdata Online saat dikonfirmasi meniti telepon seluler, Jumat(26/3).

Siska menyebutkan, sampai saat ini masih banyak rumah dinas yang dikuasai oleh ahli waris Pendidik dan pegawai USU, makin menurutnya tidak sedikit dengan dijadikan tempat indekos untuk mendatangkan keuntungan.

Ia pun menilai semasa ini rektorat USU terkesan melakukan pembiaran terhadap situasi tersebut, menurutnya persoalan tersebut adalah pekerjaan rumah (PR) besar Rektor USU Muryanto Amin dalam persoalan substansi negara.

“Jika dibiarkan ini nanti bakal menjadi temuan BPK & bisa berbuntut pada persoalan hukum, ” pungkasnya.

sebelumnya, Rektorat USU melakukan pengosongan terhadap vila yang ditempati oleh tim TMHL Tobing yang telah menempati rumah dinas tersebut bertahun-tahun. Ruben Tobing selaku anak dari TMHL Tobing mengaku sangat kecewa secara tindakan yang dilakukan oleh pihak USU. Pasalnya patuh Ruben, persoalan pengosongan tersebut masih dalam proses asas di pengadilan tinggi (PT) Medan. (wol/man/data3)

Editor: SASTROY BANGUN