Pensiunan PTPN II Datangi Rumdin Gubsu, Pak Gubernur: Tolong Kami

MEDAN, Waspada. co. id – Pensiunan PTPN II yang terancam diusir daripada rumah yang ditempatinya membentangkan spanduk di depan Rumah Dinas (Rumdin) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Jl. Jenderal Sudirman, No. 41 medan, Rabu (24/2).

Aksi tersebut dilakukan untuk mengadukan kadar mereka kepada Gubsu Edy Rahmayadi. Tampak terlihat para pensiunan mendaftarkan dalam poster yang dibentangkan, “rakyat sudah susah karena Covid-19 tanpa bebani kami oleh keserakahan pihak pengembang”.

Nurhayati Sihombing, seorang pensiunan pekerja PTPN II, mengatakan kedatangannya untuk bertemu Gubernur Edy. Meminta biar tidak diusir dari rumahnya pada Jalan Melati, Dusun I, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.

“Pak gubernur bantu awak. Karena kami mau digusur sejak rumah PTP yang sudah 40 tahunan kami tempati. Jadi saya minta tolonglah, ” kata Nurhayati.

Disebutkan, semula panti dinas yang ditempati itu ialah milik PTPN II. Namun rumah tersebut dinilai menjadi milik purnawirawan sebagai pengganti santunan hari tua (SHT) yang tidak pernah diterima.

“Sejak pensiun tahun 2004 hingga saat ini, ana belum pernah menerima SHT sebab perusahaan. Waktu kami tanya mana SHT kami, pihak perusahaan bilang kalau kami tidak dapat (SHT), karena menempati rumah. Berarti kan SHT kami diganti sama sendi, ” sebutnya.

Bertambah lanjut, Nurhayati mengatakan, ia & keluarga telah menempati rumah jawatan tersebut selama 47 tahun. Tetapi belakangan, pihak PTPN II gencar mendesak para mereka untuk mengosongkan rumah.

“Seiring secara rencana pengembangan dan pembangunan perumahan di wilayah tersebut. Setelah bersetuju dibangun lah emplasemen itu, hangat kami mau digusur, ” ujarnya.

Untuk itu, sirih Nurhayati, dia dan rekan-rekannya sesama pensiuan karyawan PTPN II semasa puluhan tahun, meminta Gubernur Edy Rahmayadi memberi solusi atas perkara yang kini tengah dihadapi.

“Apalah artinya Rp20 juta tapi kami kehilangan tempat status. Untuk itu kami mengadukan nasib kami ke DPRD Sumut dan ke pak gubernur Edy, ” pungkasnya. (wol/man/d2)

Editor: ANDA