Pengacara Kubu Johni Allen Dipolisikan Atas Dugaan Surat Pengaruh Palsu Johni Allen Dipolisikan, Atas Dugaan Surat Pengaruh Palsu

MEDAN, Waspada. co. id – Pasca ditolaknya pengesahan hasil KLB Partai Demokrat oleh Kemenkumham pada 31 Maret dengan lalu, para pendukung Moeldoko diduga kembali melakukan kebohongan.

Hal tersebut disampaikan oleh Mehbob, Kuasa Hukum DPP Partai Demokrat (Ketua Umum AHY) sesudah sidang pertama gugatan Kubu KLB Partai Demokrat Deliserdang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (20/4).

“Semakin memalukan, di bulan pertarakan gerombolan Moeldoko dan Jhoni Allen bohong lagi. Mereka memasukan gugatan ke Pengadilan, mengatasnamakan para Ketua DPC yang faktanya tidak pernah memberikan kuasa untuk menggugat DPP Partai Demokrat Kepemimpinan AHY, ” ujar Mehbob.

Mehbob menjelaskan, bahwa pada Gugatan No. 213/Pdt. Sus-Parpol/2021/PN. Jkt. Pst, tgl. 5 April 2021 dimana para penggugat yang diantaranya terdiri dari Jefri Prananda (Ketua DPC Konawe Barat), Laode Abdul Gamal (Ketua DPC Muna Barat) dan Muliadin Salemba (Ketua DPC Buton Utara), menggugat keabsahan AD/ART hasil Konvensi Partai Demokrat 2020. Dengan menjadi permasalahan kemudian adalah 3 penggugat tersebut merasa dicatut namanya oleh pihak yang mengaku sebagai kuasa hukum mereka.

“Kalau mau bicara bahan gugatan, Insya Allah seluruh dapat kami patahkan. Namun, dengan temuan ini ana mohon agar Majelis Hakim untuk menolak Gugatan mereka karena kuasa hukum para-para penggugat diduga telah menggunakan surat kuasa palsu. Kami juga meminta pihak Kepolisian untuk mengungkap ‘Dalang’ Tulisan Kuasa Palsu yang diberikan kepada 9 pengacara pasukan ini.

“Tentang dugaan tindak pidana sebab pihak yang mengaku sebagai kuasa hukum, para objek telah membuat laporan polisi pada hari Minggu tanggal 18 April 2021 dalam Polda Metro Jaya, ’’ pungkas Mehbob.

Sementara itu, Kepala Institusi Komunikasi Strategis DPP Golongan Demokrat, Herzaky Mehendra Putra menyebutkan, sembilan nama adjuster penggugat yang mengaku sebagai penerima kuasa dari 3 Ketua DPC tersebut ialah, Makarius Nggiri, Antonius E. Rasi Wangge, Yustian Buah hati Widiastuti, Rusdiansyah, Wahyudin, Gregorius D. Djoka, Ilham Patahillah, Vahmi Wibisono dan Ahmad Rifai Suftyadi. (wol/ari/p3)