Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Transformasi Digital

JAKARTA, Waspada. co. id – Di masa pandemi Covid-19 sektor informasi komunikasi muncul positif. Pemerintah berkomitmen untuk mempertahankan dan mendorong capaian tersebut mengingat potensi zona informasi komunikasi di Indonesia begitu besar.

Pada kegiatan Musyawarah Nasional Ke-10 Masyarakat Telematika Nusantara (MASTEL), di Jakarta (8/4), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa sektor informasi komunikasi muncul sebesar 10, 91%.

“Dampak pandemi Covid-19 ternyata mampu mendorong peningkatan penetrasi internet yang berhasil menjangkau 196 juta pengguna dengan trafik internet melonjak sebesar 15-20%, ” tutur Menko Airlangga.

Ia selalu menuturkan bahwa pengguna ponsel di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tarikh hingga mencapai sekitar 338, 2 juta pengguna. Terkait hal tersebut, Airlangga optimis bahwa tren digitalisasi yang diproyeksikan akan terus tumbuh di Indonesia.

“Perkembangannya tercermin dari pola perdagangan digital atau e-commerce dan transaksi digital banking yang diproyeksikan akan meningkat, ” imbuhnya.

Diperkirakan perdagangan digital bakal tumbuh sebesar 33, 2% dari tahun 2020 menjelma Rp337 triliun tahun ini. Sementara transaksi digital banking diproyeksikan meningkat sebesar Rp32 triliun atau tumbuh 19, 1% pada tahun 2021.

Selain itu, Google , Temasek , Bain & Company menebak bahwa nilai transaksi ekonomi digital Indonesia mencapai 124 miliar USD atau Rp1. 700 triliun pada tahun 2025. Untuk itu, Airlangga optimis bahwa Indonesia berharta memanfaatkan peluang tersebut.

“Pelaku usaha serta stakeholders di bidang telematika diharapkan mampu memanfaatkan peluang untuk mengembangkan digitalisasi lebih luas lagi dan tak hanya menjadi target pasar asing tetapi juga sanggup menjadi pemain yang diperhitungkan di tingkat global, ” kata Airlangga.

Airlangga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong ekosistem digital, salah satunya mencuaikan UU Cipta Kerja dengan memberikan berbagai macam kesenangan. Kemudahan tersebut di antaranya terkait perizinan, sertifikasi, pembiayaan, akses pasar, pelatihan, infrastruktur digital, penyelenggaraan sistem & transaksi elektronik, serta iklim berusaha di sektor e-commerce.

“Saat ini, Kemenko Perekonomian sedang menyiapkan Muslihat Nasional Ekonomi Digital dengan akan menjadi pedoman ataupun juga acuan agar pandangan ataupun tujuan bersama, pada mendorong perkembangan digital yang berkelanjutan dan inklusif, ” pungkas Airlangga. (ekon/pel/p1)

Editor: Agus Sari