Panti Dinas Dikomersilkan, Humas USU: Akan Dikembalikan Pada Bentuk Semula

MEDAN, Wasapda. co. id – Humas Protokoler dan Promosi Universitas Sumatera Utara (USU) Amalia Meutia, mengatakan setelah pengosongan rumah dinas keluarga Prof TMHL Tobing, Rektorat USU akan kembali melakukan pengosongan 2 rumah dinas.

Disebutkan, rumah biro yang akan kosongkan Rektorat USU adalah yang dihuni oleh Misriah Lubis & Elysian Bu Uloo. Tetapi sampai saat ini, cakap Amalia, rumah dinas dengan dihuni Misriah berada di keadaan kosong, sedangkan Elysian dikatakan telah koperatif hendak mengosongkan rumah dinas itu.

“USU memberikan batas zaman pengosongan sampai akhir Maret 2021, ” kata Amalia saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Sabtu (27/3).

Menurutnya, setelah rumah dinas tersebut dikosongkan kemungkinan akan diberikan kepada personel yang berhak dan disesuaikan dengan jabatannya. Sementara itu untuk rumah dinas yang sempat dijadikan tempat indekos akan dikembalikan pada bentuk semula.

Sebab, kata Amalia, berdasarkan Peraturan Rektor No. 20 tarikh 2017 Tentang Tata Aturan Penunjukan Penghuni dan Penghunian Rumah Dinas Milik USU. Penghuni tidak boleh menambah dan mengurangi rumah jawatan yang ditempati.

Terpisah, Wakil Rektor V Bidang Pengelolaan Aset serta Usaha Luhut Sihombing yang dikonfirmasi, mengatakan sanksi untuk penghuni rumah dinas yang menjadi tempat indekos ialah penyitaan dan pengembalian kekayaan kepada Universitas Sumatera Memajukan (USU).

Luhut menjelaskan, Penertiban rumah jawatan tersebut sudah berjalan saat Rektor Runtung Sitepu menjabat. Kebijakan tersebut diberlakukan ketika hasil temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK) 2017 meminta USU mengedepankan penertiban rumah dinas yang dikomersilkan.

Atas rekomendasi BPK, USU menyasar rumah jawatan yang penghuninya tidak lagi melekat dengan kedinasan. Misalnya rumah dinas Prof TMHL Tobing yang telah purna bakti sejak tahun 1991.

“Puluhan rumah biro yang sudah dikosongkan. Namun sebenarnya itu bukan mengosongkan melainkan mendudukkan fungsinya bertemu aturan. Jadi sudah ada yang disurati USU untuk mengosongkan dan ada serupa penghuni yang secara sadar menyerahkannya dengan baik, ” ujarnya.

Dia menuturkan, pada tahun sebelumnya USU sudah menertibkan sendi dinas yang dikomersialisasikan. Jadi kini tidak ada sedang rumah dinas yang langsung menuliskan “menerima anak kos” di halaman rumahnya. (wol/man/d2)

Editor: SASTROY WUJUD