Nurdin Abdullah Ditangkap, Roy Suryo: KPK Jangan Lupa Kejadian Bansos

JAKARTA, Waspada. co. id – Penangkapan Gubernur Sulawesi Daksina Nurdin Abdullah dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK menuai respons dari sebanyak pihak. Salah satunya disampaikan eks Menteri Pemuda & Olahraga, Roy Suryo.

Melalui cuitannya pada Twitter, @KRMTRoySuryo2, mantan politikus Demokrat itu mengaku duka atas penangkapan Nurdin Abdullah. Keprihatinan karena yang bersentuhan statusnya Guru Besar salah satu fakultas.

Roy dalam cuitannya itu juga menggunggah gambar saat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memperkenalkan Nurdin Abdullah sebagai bakal calon gubernur yang diusung partainya di Pilkada serentak 2018.

“Saya sebenarnya sdh bukan Politisi sedang, jadi ini komentar bukan soal Politiknya tetapi malah keprihatinan thdp Seorang “Profesor Doktor” yg kena OTT KPK semalam. Lebih miris lagi, Ybs ternyata seorang Guru besar sebuah Fakultas kata Ibu ini …Simak baik2, apa pendapat Tweeps? ” tulis Roy dikutip VIVA, pada Minggu,, 28 Februari 2021.

Dikonfirmas terkait cuitannya, Roy menyampaikan perasaan mirisnya lantaran Nurdin diamankan KPK. Namun, di satu sisi, ia mengapresiasi KPK yang pasti berani melakukan OTT biar di tengah mencuatnya rumor lembaga antirasuah tersebut dilemahkan.

Dirinya berniat KPK fokus juga dalam kasus besar seperti manipulasi bantuan sosial atau bansos COVID-19 yang menjerat eks Menteri Sosial Juliari Batubara. Ia menyoroti demikian sebab baru-baru ini mencuat hilangnya nama seorang dalam perkara terkait kasus tersebut.

“Meski harusnya urusan BANSOS jangan terlupakan, karena (katanya) sudah dekat2 ke Madam Bansos & Bani Lurah, kok malahan tersedia nama yg “hilang” dibanding Dakwaan, ” ujar Roy dalam pesan WhatsApp zaman dikonfirmasi.

Terpaut kasus Nurdin Abdulah, KPK sudah menetapkan tiga karakter tersangka. Ketiganya termasuk Nurdin diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi berupa petunjuk hadiah atau janji serta gratifikasi dalam pengadaan bahan jasa, perizinan dan pendirian infrastruktur di lingkungan negeri provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021.

“Berdasarkan keterangan para saksi dan bukti yang pas maka KPK menetapkan 3 (tiga) orang tersangka, ” kata Ketua KPK Firli Bahuri di Jakarta, Minggu, (28/2).

Dua tersangka penerima suap yaitu NA (Nurdin Abdullah) serta ER (Edy Rahmat) dengan juga Sekdis PUTR Daerah Sulawesi Selatan. Sementara, simpulan yang ketiga yaitu bagian pemberi dalam kasus itu yaitu AS (Agung Sucipto) selaku kontraktor dalam order tersebut. (wol/viva/ari/data3)