Muncul Di Arab Saudi, 224 Perhimpunan Indonesia Akan Umrah


Ilustrasi (wisatanabawi)

JAKARTA, Waspada. co. id – Konsul Haji KJRI di Jeddah, Endang Jumali mencatat sebanyak 224 calon jemaah umrah asal Indonesia dari kloter pertama sudah mendarat di Arab Saudi pada Minggu (1/10) sore waktu setempat.

Para jemaah tersebut bakal menjadi calon jemaah umrah pertama asal Indonesia yang beribadah di tanah suci di tengah pandemi global virus corona (Covid-19). Kedatangan mereka menyusul keputusan Arab Saudi yang membuka kembali penyelenggaraan ibadah umrah bagi jamaah dari sungguh negeri mulai 1 November 2020.

“Sore kemarin masa Saudi tanggal 1 November massa umrah Indonesia sudah mendarat sebanyak 224 orang, ” kata Endang seperti yang dikutip dari CNNIndonesia. com , Senin (2/11).

Dirinya memastikan Pemerintah Arab Saudi secara sah telah mengizinkan jemaah asal Indonesia untuk bisa melaksanakan ibadah umrah mulai 1 November 2020 kemarin. Keputusan itu keluar setelah Arab Saudi membuka kembali proses pendaftaran visa umrah bagi jemaah pokok Indonesia.

Terpisah, Direktur Bina Umrah dan Haji Istimewa Kementerian Agama, Arfi Hatim mengkonfirmasi bahwa sistem aplikasi untuk menjalankan visa umrah bagi jemaah asal Indonesia sudah dibuka kembali oleh otoritas Saudi.

“Di sistem antara agen/penyelenggara umrah saudi dan Indonesia telah aktif atau bisa untuk cara visa, ” kata Arfi di dalam keterangannya kepada wartawan.

Endang menyatakan penerbangan umrah ke Saudi dari Indonesia sudah kembali dibuka untuk pertama kalinya dalam Minggu (1/10) kemarin. Meskipun demikian, Endang menyatakan jemaah umrah wajib menjalankan protokol kesehatan pencegahan virus corona dengan ketat.

Di samping itu, Endang menjelaskan jemaah yang dinyatakan sehat bisa melanjutkan ibadah umrah sesuai keyakinan yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi sendiri telah mengeluarkan pedoman buat menerima jemaah yang berasal sejak luar negeri. Di antaranya ialah jemaah wajib berusia 18 tenggat 50 tahun.

Para jemaah pun harus bebas lantaran virus corona dengan menunjukkan brevet uji tes usap (swab) PCR risiko infeksi virus corona (Covid-19). Sertifikat harus diterbitkan laboratorium terpercaya di negara asal jemaah tidak lebih dari 72 jam sebelum pemberangkatan. Lalu, terdapat masa karantina minimal selama tiga hari setibanya di Saudi.

Diketahui, Arab Saudi telah menutup penyelenggaraan ibadah umrah sejak akhir Februari 2020 lalu imbas pandemi virus corona. Kemenag mencatat total 59. 757 jemaah umrah Indonesia dengan tertunda keberangkatannya sejak Saudi mengucup ibadah umrah tersebut. (wol/ari/cnnindonesia/d2)