Menggalakkan Budaya Baca, Sejumlah Pemuda Menyelenggarakan Lapak Baca Gratis


WOL Photo

MEDAN, Waspada. co. id – Sejumlah pemuda dengan tergabung dari Ruang Baca Rumah Buku (Ruba Sabu) dan Gerakan Rajin Membaca (Geram), menggelar lapak baca dan mewarnai gratis buat anak-anak di Lapangan Merdeka, Minggu (3/1) Sore.

Tempat baca ini disebut juga jadi perpustakaan jalanan yang digelar pada Pukul 13. 00 – 19. 00 WIB, setiap hari Minggu, di Lapangan Merdeka, Kota Medan.

“Geram sendiri muncul pada tahun 2019, lebih tepatnya bulan Januari, kami biasa ngelapak hari Minggu siang dan Minggu kami membuat kegiatan mewarnai untuk mengasah imajinasi mereka. ” cakap Pendiri Geram, Bejo.

Bejo yang juga seorang mahasiswa di salah satu kampus terkenal di Kota Medan menyebutkan bahwa perpustakaan jalanan yang mereka bentuk bertujuan untuk meningkatkan kembali adat membaca yang saat ini tiba tergerus dengan arus modernisasi.

“Ini langkah dasar kami untuk kembali membentuk peradaban kerabat Indonesia yang saat ini mulai tergerus dengan arus modernisasi. Dengan buku dan ilmu pengetahuan merupakan modal paling dasar untuk mendatangkan bangsa ini menuju masa ajaran yang lebih baik, ” katanya.

WOL Photo

Sebelumnya, Bejo menjelaskan bahwa aliran ini bermula dari mimpi dan melihat anak-anak zaman sekarang dengan terbuai dengan kecanggihan teknologi.

“Sebetulnya aku mengawali ini bermula dari mimpi, aku melamun mempunyai banyak buku yang kemudian ku gelar di tengah-tengah bangsa. Karena aku melihat saat itu, khususnya anak-anak kecil yang telah terkontaminasi oleh gedget, maka sejak mimpi itu aku coba hadirkan, mulailah aku menghubungi kawan-kawan untuk membantu menggelar lapak baca, ” ungkap Bejo.

Demikian, Bejo berharapa kegiatan lapak baca yang digelarnya ini dapat menetapi kembali kepada masyarakat bahwa pentingnya membaca.

“Semoga secara adanya lapak baca ini mampu mengedukasi masyarakat terkait pentingnya membaca dan dapat membuat masyarakat ingat bahwa ketika kita membca kita dapat memahami apa itu negeri sebenarnya dan kemungkinan besar kita tidak bisa dibodoh-bodohi oleh orang pintar, ” kata Bejo.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga dipandang positif bagi bangsa, salah satunya Pyan seorang pengunjungi perpustakaan jalanan. Dikatakannya, bahwa tempat baca yang didirikan pada tahun 2019 ini dapat meningkatkan literasi untuk membaca, khususnya anak-anak.

“kegiatan ini positif, makin tentang lapak baca kan dengan sekarang pun anak-anak kurang pikiran membaca buku. Ya semoga dengan adanya lapak baca ini level literasi makin meningkat, ” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Perdata Online dilapangan, sejumlah masyarakat khususnya anak kecil sedang menikmati kegiatan baca tersebut dengan mengikuti kesibukan menggambar dan mewarnai. (wol/ryan/data3)

Editor: Agus Utama