Membiasakan Tatap Muka, Harus Lockdown 3 Hari Jika Ada Kasus Covid-19

JAKARTA, Waspada. co. id – Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka sekolah tatap depan pada sekolah yang kependidikannya telah menerima vaksin. Tetapi jika ditemukan kasus covid-19 saat PTM terbatas, madrasah harus ditutup sekurangnya 3 hari.

“Dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) disebutkan, jika ada penularan covid di satuan pendidikan, maka minimal 3 kala 24 jam, sekolah itu harus di lockdown , istilahnya ditutup, ” kata Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Pelajaran Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud Jumeri, dlaam diskusi webinar, Kamis (8/4).

Sekolah perlu berkoordinasi dengan para pihak terkait, semacam dinas kesehatan (dinkes), dinas pendidikan (disdik) serta puskesmas ketika terjadi kasus covid-19 di sekolah. Hal ini dilakukan agar ada pengerjaan yang baik guna mencegah terjadinya klaster covid-19 pada sekolah.

Selanjutnya sekolah melakukan pennganan yang baik pula dengan pembersihaan hingga penyemprotan disinfektan. “Dilakukan pembersihan, pencucian dan disinfeksi untuk bisa memastikan kalau sekolah tidak bisa dimanfaatkan (sementara). Kepada yang melempem ditangani dengan baik, ” ujarnya.

Bertambah lanjut, Jumeri ingin seluruh satuan pendidikan memenuhi daftar periksa guna menjaga protokol kesehatan ketika dilakukan penelaahan tatap muka terbatas. Situasi tersebut adalah wajib sekali lalu mengurangi potensi penularan virus corona di sekolah.

“Ketika sekolah tersebut terjadi klaster sebenarnya umumnya terjadi pelanggaran prokes. Tidak hati-hati, tidak sungguh-sungguh di dalam menjaga prokes, ” pungkasnya. (okz/ags/p1)