Laksanakan SOP Pencegahan Covid-19 di Pada setiap TPS


Ketua Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong.

MEDAN, Waspada. co. id – Komisi I DPRD Medan kembali mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Daerah untuk memperketat protokol kesehatan (prokes) di tiap-tiap Tempat Pemungutan Perkataan (TPS) jelang pemilihan kepala kawasan (Pilkada) 9 Desember mendatang.

“Sebagai penyelenggara pemilu, kita harapkan KPU selalu mewaspadai pandemi Covid-19 dalam pelaksanaan Pilkada Tanah air Medan. Terutama saat pencoblosan penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan pada 9 Desember 2020 mendatang, agar tidak terbentuk klaster baru Covid-19, ” sebutan Ketua Komisi I DPRD Kawasan, Rudiyanto Simangunsong, Sabtu (5/12).

Dikatakan, KPU Medan telah menyebarluaskan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan pilkada yang mengacu pada Prokes. Salah satunya, menyimpan sarung tangan plastik sekali pakai kepada pemilih.

“Saya sudah baca itu SOP-nya, dan kita harapkan benar-benar diterapkan di setiap TPS untuk memutus lupa rantai penyebaran Covid-19, ” sebutnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Medan ini menambahkan, mengenai Prokes yang diterapkan di pada setiap TPS di antaranya, pemilih diwajibkan memakai masker. Sebelum memasuki TPS, dilakukan pemeriksaan suhu, menggunakan hand sanitizer, kemudian diberi sarung tangan plastik sekali pakai. Pintu menyelap dan keluar dibedakan.

“Panitia Pemungutan Suara (PPS) juga dilengkapi Alat Penjaga Diri (APD). Kita ingatkan KPU menerapkan Prokes sesuai SOP, ” imbuhnya.

Selain implementasi Prokes, Rudiyanto juga mengharapkan di minggu tenang jelang pilkada, situasi politik di Kota Medan betul-betul tenang.

“Kita harapkan tak ada gerakan money politic, bagi-bagi sembako. Kita minta Bawaslu lebih kuat dan aktif bila ada pelanggaran-pelanggaran. Kita semua menginginkan Wali Kota yang kredibel, diamkan masyarakat memilih berdasarkan hati jantung, ” ucapnya mengingatkan.

Sebelumnya Komisioner KPU Medan Bagian Teknis Penyelenggaraan Rinaldi Khair, mengaku siap menerapkan Pilkada dengan implementasi Prokes secara ketat, termasuk era hari pencoblosan pada 9 Desember 2020 di setiap TPS. Selain menyediakan berbagai perangkat protokol kesehatan tubuh, pihaknya juga menyediakan bilik istimewa di setiap TPS khusus untuk masyarakat yang memiliki suhu awak di atas 37, 3 babak.

“Itu salah utama upaya yang kami lakukan buat meminimalisir terjadinya penularan Covid-19. Kita tidak ingin Pilkada justeru maka kluster, makanya kami menerapkan adat kesehatan secara ketat di TPS-TPS nantinya, ” terangnya seraya membicarakan bahwa di setiap TPS juga akan disediakan tempat cuci tangan, sarung tangan sekali pakai untuk mencoblos, tempat duduk yang bentrok minimal satu atau dua meter, serta hand sanitizer. (wol/mrz/d2)

Editor: SASTROY BANGUN