Kapolres Madina: Kampung Tangguh Penyelesaian Tepat Berantas Narkoba

PANYABUNGAN, Perdata. co. id – Untuk memberantas perputaran narkotika di tengah masyarakat memang membutuhkan suatu kebijakan yang nyata dan terencana. Penangkapan bandar narkoba bukanlah solusi yang tepat di dalam memutus peredaran barang haram tersebut, Rabu (23/6).

Menelaah dari permasalahan itu, Kepolisian Resort Mandailing Natal (Madina) telah berencana membentuk kampung tangguh. Artikel ini diharapkan menjadi opsi yang tepat pasca tertangkapnya bandar narkoba antar provinsi di wilayah hukumnya.

Kapolres Madina AKBP Horas Sampai umur Silalahi mengatakan, meski para bandar berhasil diringkus namun peredaran narkoba tetap tidak akan ada habisnya. Situasi inilah yang menjadi alternatif Polres Madina untuk mengajak masyarakat membangun atensi, ketahanan dan kesadaran.

“Dalam waktu dekat, tepatnya Jumat (25/6), kita Polres akan bekerjasama dengan Tempat Lumban Pasir, Kecamatan Panyabungan, melaunching kampung tangguh anti narkotika, ” ungkapnya, dalam hadapan para wartawan saat temu pers penangkapan biang narkoba, di Mapolres.

Menurutnya pembentukan wilayah tangguh ini sangatlah penting karena melibatkan langsung bangsa dalam melakukan pencegahan. Mulai dari edukasi, sosialisasi sekali lalu memberikan informasi terhadap perputaran narkotika.

“Nantinya setelah launching di dukuh itu, kita akan jika tularkan dan membangun sedang di desa-desa yang lain. Mudah-mudahan seluruh desa dalam Madina ini mempunyai janji yang serupa, ” harap Horas.

Dalam temu pers ini, Polres Madina telah menggagalkan jaringan perputaran narkotika antar provinsi secara empat kasus dari lima tersangka. Para tersangka itu merupakan bandar pemasok narkotika ke Sumatera Barat.

Tersangka itu, I (34) diringkus di Dukuh Huta Tinggi, Panyabungan, secara barang bukti 6Kg ganja. AM (40) dan HD (38) diringkus di Kampung Kayu Laut, Panyabungan Selatan dengan barang bukti 32Kg ganja.

Selanjutnya A (31) ditangkap pada Kelurahan Kota Siantar, Panyabungan, dengan barang bukti 4, 25Kg ganja. Dan HL (36) ditangkap di Daerah Malintang Jae, Kecamatan Tanah Malintang, dengan barang tanda 35 gram sabu serta uang tunai Rp1, 2 juta.

“Penangkapan para tersangka ini merupakan pengembangan dari beberapa kasus sebelumnya, ” tutup Kasat Narkoba Polres Madina, Kompol Manson Nainggolan. (wol/wang/d2)