Jukir Juga Manusia

MEDAN, Waspada. co. id – Usia yang tak sedang muda tak menyurutkan Dudi untuk berjuang memenuhi hajat rumah tangganya. Berpindah-pindah order dengan fokus yang berbeda-beda sudah menjadi ciri khasnya di mata rekan-rekan.

Pria matang tersebut sempat menjabat manajer pemasaran di salah satu jalan massa terbesar di Kota Medan. Bahkan, mengelola sebuah perusahaan distributor barang bermerek pun pernah ia enyam.

Namun, garis kehidupan berceloteh lain. Saat ini, Dudi berprofesi sebagai juru parkir (jukir) di salah mulia ruas jalan Kota Daerah. Dengan berbekal relasi sezaman ia lajang dulu, jalan untuk menunjukkan tanggung jawab sebagai kepala keluarga pula ia dapatkan.

“Aku nggak minta seperti ini (jadi jukir, red). Aku cuma menjalankan kewajibanku aja selaku kepala rumah tangga. Apa aja aku kerjakan demi kebutuhan isteri serta anak-anak, ” ungkapnya, Minggu (28/3).

Burit itu, Dudi bercerita mengenai suka dukanya menjadi seorang jukir. Panas dan abu bukan hal yang perlu ditakutkan. Melainkan tantangan serta anugerah Tuhan yang diujikan kepadanya.

“Kalau dulu, uang receh itu nggak berarti sama ego. Tapi sekarang, seribu besar ribu pun dikumpulkan. Suram sekarang nyari makan, ” ucapnya lirih.

Setelah menyeruput kopi hitam yang ada di dalam gelas berukuran kecil, tahu terlintas dalam fikiran Dudi untuk mencari pekerjaan dengan bisa menjadi sandaran tumbuh hingga akhir tua.

“Tapi apa ada yang mau mempekerjakan karakter yang usianya sudah 40 tahunan? Kalaupun mau sibak usaha, kendalanya di permodalan. Minta tolong sama keluarga belum tentu terealisasi. Susah lah pokoknya masa-masa sekarang ini. Apa yang tersedia aja dulu dikerjakan, ” katanya penuh semangat.

Dudi meminta daripada hati kecilnya yang memutar dalam kepada masyarakat buat tidak underestimate kepada para jukir yang ada dalam Kota Medan. Jukir bukanlah pekerjaan yang hina, akan tetapi mulia karena jukir serupa manusia.

“Jukir membantu bapak Polisi & Dinas Perhubungan menata kendaraan yang sedang diparkir. Kalaupun ada retribusinya, hanya hingga itu lah jasa ana. Dan yang kami angkat pulang ke rumah kendati sebatas cukup buat dahar, tidak untuk membeli barang mahal, ” tandasnya. (wol/mrz/d2)

Editor: ANDA