Jokowi: Kinerja Menteri di Tengah Pandemi Belum Memuaskan


foto: jarang

Jakarta, Waspada. co. id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tak puas dengan kinerja menteri dalam tengah pandemi Covid-19. Jokowi mengutarakan tak puas dengan kinerja yang dibuat para pembantu tugas kepresidenan itu.

Jokowi berpikiran program-program itu bisa ditingkatkan bertambah baik lagi. Karena itu, pemimpin mengajak masyarakat untuk memberi usulan-usulan demi perbaikan kebijakan. Jokowi meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dapat menampung aspirasi masyarakat.

“Saya ingin menteri-menteri lebih baik lagi bekerja membongkar-bongkar program yang lebih tepat bahan. Semua harus terus kita perbaiki. Masih banyak kerja keras yang perlu dikerjakan. Kita harus tetap melakukan penyesuaian kebijakan, mencari dengan lebih baik, ” kata Jokowi dalam video yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/10).

Di sisi lain, Jokowi mengatakan pemerintah memajukan alokasi anggaran dari Rp203, 9 triliun menjadi Rp239, 53 triliun untuk membantu meringankan beban umum dari dampak ekonomi akibat pandemi virus Corona.

Dana tersebut direalisasikan ke berbagai kalender, seperti PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Nontunai), sembako, BST (Bantuan Sosial Tunai), Surat Prakerja, BLT (Bantuan Langsung Tunai) Dana Desa, Banpres Produktif buat Modal Kerja, Subsidi Gaji, dan Diskon Listrik.

Jokowi mengatakan tujuh bulan penanganan pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran dan penyesuaian. Covid-19, dikenal Jokowi, menuntut penanganan dan kecendekiaan yang adaptif mengikuti kondisi pandemi.

“Misalnya, pembatasan sosial. Saya kira harus kita sesuaikan sekaligus menekankan pentingnya Pembatasan Sosial Berskala Mikro. Kita buat lebih terarah, spesifik, tajam, dan fokus mengatasi masalah Covid, tapi tidak membunuh ekonomi dan kehidupan bangsa, ” kata Jokowi.

Presiden mengungkapkan pemerintah terus memeriksa dan mengembangkan solusi terbaik pengerjaan Covid-19. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai solusi terbaik pada suatu negara belum tentu sanggup diterapkan persis di negara-negara asing, karena perbedaan kondisi.

“Tidak kalah pentingnya adalah peran serta masyarakat untuk berubah. Menyesuaikan diri untuk menaati protokol kesehatan. Kerjakan dengan disiplin 3M, yakni mengindahkan masker, menjaga jarak, dan membasuh tangan, ” tuturnya juga berharap pandemi segera berakhir.

“Jika kita saling melindungi, saling membantu, dan saling mengingatkan utama sama lain, saya percaya kita akan mampu melalui masa pelik ini, ” pungkasnya. (wol/aa/cnnindo/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL