Itu Data Sebaran Kasus Covid-19 dalam 34 Provinsi per 19 Juni


Ilustrasi (WOL Photo)

agregasi

JAKARTA, Waspada. co. id – Pemerintah mengumumkan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali berserang sebanyak 1. 041 kasus serta totalnya menjadi 43. 803 kejadian. Penambahan ini tersebar di 34 provinsi, 435 kabupaten/kota.

“Konfirmasi positif 1. 041 sehingga akumulasi 43. 803, ” ujar Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat jumpa pers live streaming di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait sebaran kasus Covid-19, provinsi dengan kasus paling tertinggi ada di DKI Jakarta sebanyak 9. 655 kasus. Di bawahnya ada Jawa Timur dengan 9. 057 kasus.

Berikut sebaran kasus positif Covid-19 di 34 provinsi:

1. Aceh 38 kasus

Advertisement

2. Bali 976 kasus

3. Banten 1. 331 peristiwa

4. Bangka Belitung 147 kasus

5. Bengkulu 107 kasus

6. DI Yogyakarta 277 kasus

7. DKI Jakarta 9. 655 kasus

8. Jambi 112 kasus

9. Jawa Barat 2. 805 kasus

10. Jawa Tengah 2. 471 kasus

11. Jawa Timur 9. 057 kasus

12. Kalimantan Barat 296 peristiwa

13. Kalimantan Timur 417 kasus

14. Kalimantan Tengah 738 kasus

15. Kalimantan Selatan 2. 392 kasus

16. Kalimantan Utara 173 kasus

17. Kepulauan Riau 263 kasus

18. Nusa Tenggara Barat 1. 022 kejadian

19. Sumatera Selatan 1. 680 kasus

20. Sumatera Barat 700 urusan

21. Sulawesi Mengetengahkan 784 kasus

22. Sumatera Utara 1. 024 kasus

23. Sulawesi Tenggara 329 kasus

24. Sulawesi Selatan 3. 573 peristiwa

25. Sulawesi Sedang 173 kasus

26. Lampung 172 kasus

27. Riau 142 kasus

28. Maluku Utara 383 kasus

29. Maluku 544 kasus

30. Papua Barat 222 kasus

31. Papua 1. 368 kasus

32. Sulawesi Barat 104 kasus

33. Nusa Tenggara Timur 108 kasus

34. Gorontalo 220 kasus

Yuri pun menekankan agar masyarakat buat terus menerapkan protokol kesehatan dengan selalu menjaga jarak, menggunakan masker bila di luar rumah, & rajin mencuci tangan dengan sabun.

“Apabila kita kerjakan bersama maka kendali terhadap sebaran Covid-19 akan lebih efektif serta lebih cepat kita laksanakan, ” tuturnya.

Ptorokol kesehatan tubuh, sambung Yuri, tidak lagi dimaknai sebagai upaya pemerintah untuk kendalikan Covid, tapi harus dimaknai upaya orang per orang untuk tak tertular, upaya oerang per oprang untuk mengendalikan Covid. Sehingga tak perlu diancam dengan sanksi serta keterpaksaan karena sedang diawasi serta ditegur.