Ihwan Ritonga Yakin Poldasu Bisa Usut Kecurangan dan Pengingkaran di RS Bunda Thamrin

MEDAN, Waspada. co. id – Rumah Kecil Bunda Thamrin diduga sungguh-sungguh melakukan kecurangan dan pengingkaran komitmen. Pasalnya, selaku provider Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, secara sepihak memutus kontrak kerja serupa. Oleh karenanya, Wakil Pemimpin DPRD Medan Ihwan Ritonga meminta Kapoldasu Irjen Penuh Panca Putra Simanjuntak, biar mendalami dan mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kita sangat mengapresiasi bagian BPJS yang melakukan kesibukan tegas dengan memutus kerja sama terhadap pihak RS Bunda Thamrin. Tentu pemutusan kerja sama itu sebab ada pelanggaran soal pengerjaan pasien BPJS. Kita menimbulkan Polisi proaktif mendalami kasus seperti ini. Ini tantangan buat Kapolda baru untuk efek jera terhadap rumah sakit yang nakal, ” ujarnya, Kamis (18/3).

Pada RS Bunda Thamrin, Ihwan menyebut sanksi tidak cukup sampai memutuskan kerja serupa sebagai provider, namun kelanjutan sejumlah pelanggaran komitmen kudu diproses ke ranah patokan.

“Karena bisa saja ada indikasi tindak pidana atau kecurangan penggelembungan klaim tagihan dari imbalan berobat pasien BPJS. Oleh sebab itu perlu didalami pihak abdi hukum, ” katanya.

Ketua DPC Kelompok Gerindra Medan ini menyebut, ketegasan itu sangat menetapkan guna memberikan efek insaf terhadap pemilik rumah sakit lainnya.

“Pemerintah melalui BPJS sudah mencari jalan memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada pasien BPJS Kesehatan tetapi masih ada yang menunggangi demi kepentingan pribadi. Kita minta supaya ditindak dan diproses secara umum, ” sebut Ihwan.

Perwakilan BPJS Kesehatan Zona Faisal ketika dikonfirmasi sejumlah awak media menyampaikan, bagian BPJS benar melakukan penetapan kerja sama terhadap Vila Sakit Bunda Thamrin selaku provider BPJS. Pemutusan dilakukan karena adanya kesalahan berupa pelanggaran komitmen yang disepakati sebelumnya.

“Benar sudah dilakukan pemutusan kerja sama sejak pertengahan tahun 2020 lalu. Dan bisa dilanjutkan kerja sama kembali bila ada permohonan lagi dan bersedia tidak melakukan pelanggaran, ” terang Faisal.

Faisal kendati enggan merinci bentuk pelanggaran seperti apa yang dikerjakan manajemen RS Bunda Thamrin. Ia hanya memastikan bahwa, rumah sakit tersebut telah melakukan pelanggaran komitmen pokok yang belum bisa dipenuhi. (wol/mrz)

Editor: SASTROY BANGUN