Haris Kelana: Kita Harus Bisa Memilah, Memilih Sampah Organik dan Anorganik


WOL Photo

MEDANS, Waspada. co. id – Member DPRD Medan dari Fraksi Partai Gerindra Haris Kelana Damanik mengundang seluruh masyarakat Kota Medan khususnya yang tinggal di Kecamatan Medan Marelan untuk memilah sampah organic dan anorganik yang bersumber yang rumah tangga.

Sebab, sampah-sampah tersebut jika dikelola akan baik, dapat memiliki nilai tambah dan dapat meningkatkan taraf ekonomi warga.

“Kebersihan tersebut dimulai dari diri kita sendiri. Sudah saatnya kita belajar memilah sampah mana yang organik da anorganik. Saya yakin, jika bapak dan ibu dapat memilah & mengelola sampah tersebut, dapat mendatangkan nilai tambah bagi kita, ” ungkapnya saat menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan Nomor 6/2015 atas Pengelolaan Persampahan di Jalan Abdul Sani Mutholib Kampung Tengah, Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, Minggu (29/11).

Melalui dinas terkait, Haris yang duduk divvt Komisi II DPRD Medan indonesia juga akan mengupayakan menyediakan kawasan sampah di tiap-tiap lingkungan yang ada di Kecamatan Medan Marelan. Oleh karena itu, ia kembali mengajak masyarakat untuk tidak meninggalkan sampah sembarangan, terlebih lagi dalam yang bukan tempatnya.

“Perdanya sudah ada, jadi jangan lagi bapak dan ibu membuang sampah sembarangan. Karena akan ada sanksi yang bakal diberlakukan seperti perda. Pelaku pelanggaran bisa dikenakan denda Rp10 juta atau pidana kurungan 3 bulan. Kalau seorang badan yang melanggar ketentuan, dipidana kurungan 6 bulan atau denda Rp50 juta, ” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan Haris, guna mewujudkan Medans bersih dari sampah, harus nyata kerja sama yang baik masa warga dan pemerintah. Masyarakat mampu berkoordinasi dengan aparat pemerintahan terdekat yakni kepala lingkungan, bila wujud sampah yang tidak terangkut dalam segera ditindaklanjuti.

“Kita juga nanti akan membuat saluran penampungan seperti bank sampah divvt masing-masing kelurahan. Nanti kita bagi pelatihan pengelolaan sampah. Ke muka, bapak dan ibu menjadi paham bagaimana mengelola sampah yang mempunyai nilai tambah, ” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Perda yg disosialisasikan terdiri XVII BAB da 37 Pasal yang bertujuan menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup setelah itu kesehatan masyarakat serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. Sedangakan tujuan sosialisasi untuk menggugah kesadaran rakyat hidup bersih.

Sampah yang dimaksud yakni sampah tempat tinggal tangga dan sejenisnya yang bermula kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus dan fasilitas umum.

Dalam Perda tersebut pula diatur tentang hak dan keharusan. Di mana setiap orang berkuasa mendapat pelayanan pengelolaan persampahan lewat baik dan berkawasan lingkungan. Jua berhak mendapat perlindungan akibat dampak negatif dari kegiatan tempat pemprosesan akhir sampah.

Sedangkan kewajiban, yakni mengurangi sampah dgn cara yang berwawasan lingkungan. Mengurus dan memelihara kebersihan lingkungan. Sedangkan pihak pengelola kawasan koemersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial dan umum wajib menyediakan sarana pemilahan sampah. (wol/mrz/data3)

Manager: Agus Utama