Gubsu: Garapan Sejarah dan Pejuang Sumut Harus Menarik


Foto: Jawatan Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada. co. id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, menyaksikan pemutaran pertama film dokumenter Drama Sisingamangaraja XII garapan Adventure Documentary Festival Academy (ADFA) di Pendopo Rumah Jawatan Gubernur, Jalan Sudirman Medan, Sabtu (12/12) malam.

Meniti film ini, diharapkan ada cara menggali dan menghasilkan tayangan cerita yang lebih dalam dan mengakui. Gubsu juga bercerita sejarah keprajuritan Sisingamangaraja XII yang selama itu menjadi pelajaran sejarah di madrasah.

“Sejarah ini (film) juga untuk memotivasi anak bani. Perjuangan para pahlawan meningkatkan nilai-nilai kebangsaan kita. Kalau ini (film Sisingamangaraja XII) dijadikan enak & nyaman ditonton rakyat, nilai sejarah itu jadi tersaring, dapat diterima anak cucu kita, ” ujar Gubsu menambahkan cerita tersebut menjelma catatan melihat kehebatan dan kegigihan orang Batak.

“Itulah hebatnya orang Batak. Kalau sudah turun, kepalang tanggung, basah sekalian. Bahkan Batak ini punya pembawaan kebangsaan, ” sebut Edy yang kemudian menyanyikan lagu ‘O Tano Batak’.

Gubsu pun mengakui bahwa nama besar suku Batak seperti menjadi simbol untuk Sumut, khususnya Kota Medan. Buat itu, dirinya berharap sejarah perwira dari Sumut seperti Sisingamangaraja XII dan lainnya dikenang dan dihargai oleh rakyat, contohnya dengan pembuatan film yang menarik dan bertambah menyentuh.

“Sampai-sampai kalau dibilang darimana asalnya, dari Medan, oh… orang Batak. Mari kita besarkan ini, menjelma kebanggaan bagi kita. Kita bangga menjadi Sumatera Utara, menjadi orang Batak, ” kata Edy.

Mewakili tokoh masyarakat, Brigjen TNI (Purn) Tarida H Sinambela mengatakan Sisingamangaraja XII dikenal sebagai pemimpin besar, pemimpin masyarakat, pemimpin agama serta raja yang serupa berperan sebagai tabib. Selama invalid lebih 29 tahun berjuang melayani penjajah bersama para pengikutnya yang rela berkorban, seperti di sekitar Bakara, Balige, dan Laguboti.

Sisingamangaraja XII sendiri, sendat Tarida, dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden RI Soekarno dalam tahun 1961. Dilanjutkan dengan pembentukan tugu Sisingamangaraja XII di negeri Teladan Medan.

Datok Syamsul Arifin, tokoh masyarakat Sumut lainnya, mengapresiasi pemutaran film dokumenter Drama Sisingamangaraja XII tersebut. Sebab pahlawan ini tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi dunia sama dengan Sumut yang dikenal sebagai daerahnya orang Batak.

“Orang Batak ini seperti batang akar, di mana diletakkan bisa hidup. Itulah kenapa Sumut ini dikenal sebagai orang Batak, ” tutur mantan Gubernur Sumut ini. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL