Gardu Penjual Gas Elpiji Terbakar dalam Jalan Monginsidi


WOL Photo

MEDAN, Waspada. co. id – Mulia unit toko penjualan gas elpiji terbakar di Jalan Monginsidi, Kecamatan Medan Polonia Medan terbakar, Jumat (25/9) pukul 23. 30 WIB malam ini.

Belum diketahui penyebab kebakaram yang menimpa CV Maju Jaya Gasindo itu. Mesti tak menimbulkan korban hayat, namun kerugian pemilik usaha tersebut diperkirakan mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Peristiwa kebakaran itu terjadi berawal munculnya asap dari toko itu, awak sekitar mengetahui kepulan asap tepat heboh. Melihat api mulai membesar, sebahagian warga berusaha mengeluarkan sejumlah gas dari dalam toko tanpa dihuni pemiliknya.

Beberapa jumlah gas dari toko tersebut berhasil dikeluarkan, namun api tetap marak membuat warga semakin senewen menjauh dari amukan sijago merah yang disertai suara ledakan. Tak berapa lama, petugas pemadan kebakaran dengan 5 unit armada muncul di lokasi melakukan pemadaman.

WOL Photo

Akhirnya, api yang sempat marak nyaris menyambar gedung SD dan rumah warga yang lain dapat dipadamkan dalam tempo masa sekitar setengah jam. Tidak tersedia korban jiwa atas musibah tersebut, kasus kebakaran itu telah ditangani petugas dari Polsek Medan Segar.

Pemilik usaha yang menetap di Simalingkar tiba di lokasi tampak tak kuasa melihat usahanya terbakar. Sedu tangis meratap toko yang sudah ludes terbakar. “Habis semua, kami ini tidak tinggal di sini, tiba – tiba kami dengar toko terbakar, ” tangis wanita paruh baya di lokasi.

Sementara warga sekitar menyaksikan kebakaran itu awalnya terkejut adanya asap dari toko tersebut. Sehingga mereka cepat menelpon petugas pemadam kebakaran.

“Untung aja tadi petugas pemadam cepat pegari. Kalau tidak membakar rumah tetangga yang ada di belakang toko itu, ” ujar pria bani India menyaksikan kebakaran tersebut.

Pascaterbakarnya toko penjualan gas itu, suasana di lokasi terang macet. Pihak kepolisian dari Polsek Medan Baru melakukan olah TKP dan menertibkan arus lalu lintas yang sempat ditutup dan terbengkalai. (wol/ril/data2)

Editor: Agus Utama