Dijadikan Tempat Isoman, KMP Gundukan Raya Tetap Dikenakan Bea Sandar Selama di Belawan

MEDAN, Waspada. co. id – Meskipun diperuntukkan untuk wahana bagi pasien Isolasi Sendiri (Isoman), Kapal Motor Pengikut (KMP) Bukit Raya tentu dikenakan biaya sandar selama berada di Pelabuhan Belawan, Kota Medan.

Manajer Umum PT Pelindo 1 Cabang Belawan, Khairul Ulya mengatakan, untuk penyandaran KMP Bukit Raya semasa digunakan tempat Isoman lestari dikenakan biaya. Namun, biaya operasional selama menyandar pada Pelabuhan Belawan berbeda secara kapal biasa.

“ Inikan sifatnya perlu. Jadi, kita dari Pelindo lebih memfokuskan pelayanan berlaku baik dengan menjamin ketersediaan fasilitas. Yang jelas, imbalan pandu, tunda dan melilitkan. Tapi ini kapal penting, ada kebijakan tersendiri melanda biayanya, ” tutur Ulya melalui via telepon, Senin (16/8).

Melanggar berapa besar biayanya, Ulya mengaku, manajemen masih dibahas di bidangnya. Tapi, perintah utama Pelindo dan Pelni selaku perusahaan BUMN zaman ini menjamin pelayanan serta fasilitas.

“ Yang pasti, biayanya sedang dibahas. Berapa besar biayanya, saya belum bisa jelaskan. Kita masih menunggu perintah dari manajemen, ” mengakhiri Ulya.

Sebelumnya, Kepala PT Pelni Bagian Medan, Agus Nugroho mengiakan, selama KMP Bukit Sundal bersandar di Pelabuhan Belawan akan tetap dikenakan kos. Mengenai pembayarannya, akan ditanggung oleh PT Pelni.

“ Sejauh itu kita belum tahu berapa besar biayanya. Kita masih menunggu arahan dari pihak PT Pelindo, ” logat Agus Nugroho di Pangkalan Belawan. (wol/ril/data3)

Editor AGUS UTAMA

The post Dijadikan Tempat Isoman, KMP Bukit Raya Tetap Dikenakan Biaya Sandar Selama dalam Belawan first appeared on Waspada Online | Was-was Berita dan Informasi Zona Sumut Aceh.