Debat Perdana Pilkada Medan: Masa Pendahuluan UMKM Dalam Visi Misi Boby dan Akhyar


Pengamat UMKM Universitas Sumatera Utara, Doli M. Jafar Dalimunthe. (Ist)

ZONA, Waspada. co. id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Zona menyelenggarakan debat publik perdana penetapan Walikota dan Wakil Walikota Kawasan 2020, Sabtu (7/11).

Kedua pasangan calon, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dan Bobby Nasution-Aulia Rachman diberi kesempatan menyampaikan visi-misi mereka terkait dua tema besar, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penanganan Covid-19.

Pengamat UMKM Universitas Sumatera Utara, Doli M. Jafar Dalimunthe mengungkapkan, secara menyeluruh sesi debat, bisa dilihat bahwa pasangan Bobby-Aulia menampilkan sisi kreatif dalam menjawab solusi permasalahan ekonomi di Medan, sedangkan pasangan Akyar-Salman belum secara gamblang menggambarkan capaian yg sudah dilakukan selama tersebut sbgai petahana, sehingga tidak bs menampilkan keunggulan dalam pengelolaan UMKM selama ini.

“Secara umum dan objektif dari debat itu, saya melihat, pasangan dua (Bobby-Aulia) justru lebih menguasai & lebih siap, ” kata Doli.

Dia menyebut, Bobby lebih cakap dan kreatif pada menyampaikan aspirasi yang telah dikumpulnya selama masa kampanye ini. Salah satu masalah yang mencuat dari bagian debat perdana itu adalah masalah peningkatan kinerja UMKM.

Menurut dia, solusi yang ditawarkan Bobby, terutama perkara pembentukan satu sentra UMKM pada tiap kelurahan di Kota Daerah, merupakan solusi yang kreatif dan bisa menggerakkan UMKM hingga ke skala paling kecil.

Dengan begitu, karakter masing-masing kelurahan akan terwakili dan termunculkan. Lantaran sini, akan muncul pelaku UMKM terutama produk-produk yang mewakili per kelurahan. “Tentu ini akan menjadi hal baru dalam meningkatkan kemampuan UMKM kita, ” katanya.

Memang selama ini program pengembangan UMKM selalu menjadi rencana di Kota Medan, tapi rabaan mengarah ke karakteristik lingkungan ialah isu yg menarik utk percepatan pemerataan dan pertumbuhan UMKM pada Kota Medan.

Apalagi, melalui sentra UMKM yang diciptakan itu, akan dibarengi dengan bantuan modal, alat produksi hingga pembinaan berupa pelatihan dan pendampingan yg akan melibatkan ahli dari universitas.

Pelaku UMKM pula akan diarahkan untuk lebih melek teknologi serta rencana Kota Zona membuat marketplace tersendiri untuk mendagangkan produk-produk yang mereka hasilkan.

Solusi pembentukan sentra UMKM itu merupakan satu langkah maju dari apa yang telah dikerjakan Pemko Medan. Selama ini, pelatihan dan pembinaan cenderung terpusat pada instansi atau OPD tertentu, sehingga potensi yang ada di level kelurahan bisa saja terlewatkan mengingat luas nya wilayah Kota Daerah serta keberagaman karakteristik usaha yg diminati dan dijalankan masyarakat Kota Medan.

Sedangkan bagian Akhyar-Salman, yang justru terjebak menjelaskan masalah digitalisasi pemasaran produk-produk UMKM. Menurut Doli, memang selama itu banyak pelaku UMKM yang sudah menjual produk mereka di rekan online, tetapi masih menggunakan penggunaan pihak ketiga, bukan yang diciptakan khusus oleh Pemko Medan. Tidak sedikit pula pelaku UMKM di Medan belum memasarkan produk itu di marketplace yang ada.

Masalah berikutnya yang memutar fatal adalah soal pendataan. Dibanding debat itu mencuat bahwa pendataan UMKM yang dilakukan Pemko Daerah kurang maksimal. Tentu hal itu sangat berpengaruh terhadap kinerja pemberian bantuan sosial kepada pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19.

Selama ini, penyaluran bansos untuk pelaku UMKM di Zona terkesan belum optimal bahkan tak tepat sasaran karena pendataan sebab Pemko Medan belum maksimal.

Makanya, solusi yang ditawarkan Bobby-Aulia dinilai lebih tepat sasaran, dengan melakukan pendataan menyeluruh lebih dahulu, kemudian menentukan karakteristik per kelurahan sebelum akhirnya membentuk sentra UMKM di tiap kelurahan. Dengan database yang lengkap seperti itu, pemerintah tidak mengalami kendala yang besar saat hendak memberi sandaran.

“Dari debat ini secara objektif kita bisa menghargai, anak muda yang sebelumnya diragukan, justru lebih kreatif, lebih mengalir dan menguasai masalah, ” pungkasnya. (wol/rls/pel)

Editor: Agus Utama