Datang ke Goa Bersejarah Peninggalan Belanda dan Jepang di Tahura Bandung

Selain menikmati wisata alam di Taman Alas Raya Bandung, wisatawan juga bisa melihat peninggalan bersejarah yaitu goa peninggalan pendudukan Belanda dan Jepang di Indonesia.

Gaung Belanda di Bandung merupakan suatu gua yang berada dalam wilayah yang sekarang ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda adalah bentangan pegunungan dari Barat sampai ke Timur yang adalah “tangki air raksasa alamiah” untuk cadangan di musim kemarau. Lubang ini disebut mulai dibangun Belanda pada 1906.

Di daerah Aliran Sungai Cikapundung dengan ada di Taman Hutan Umum Ir. H. Djuanda pada masa pendudukan Belanda dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok dengan merupakan PLTA pertama di Indonesia pada tahun 1918, di mana terowongan tersebut melewati Perbukitan batu pasir.

Goa Belanda

Lorong masuk Goa Belanda pada Tahura Bandung. (WOL Photo/Rindy Nurjanah)

Pada kala pendudukan Belanda, perbukitan Pakar tersebut sangat menarik untuk strategi militer, karena lokasinya begitu dekat dengan pusat kota Bandung. Menjelang Konflik Dunia Ke II pada asal tahun 1941, kegiatan militer Belanda makin meningkat.

Dalam terowongan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Bengkok sepanjang 144 meter dan luas 1, 8 meter dibangunlah jaringan goa sebanyak 15 lorong serta 2 pintu masuk setinggi 3, 20 meter, luas pelataran yang dipakai goa seluas 0, enam hektar dan luas seluruh goa berikut lorong nya adalah 548 meter.

Selain untuk kegiatan militer, Goa ini digunakan untuk stasiun radio Belanda, sebab stasiun radio yang ada dalam Gunung Malabar terbuka dari hawa, tidak mungkin dilindungi dan dipertahankan dari serangan udara.

Meskipun akhirnya belum optimal, namun pada awal Perang Dunia Ke II dari stasion radio ini lah Panglima Perang Hindia Belanda, Letnan Jendral Ter Poorten melalui Laksamana Madya Helfrich dapat berhubungan dengan Panglima Armada Sekutu Laksamana Bujang Karel Doorman untuk mencegah masuknya Angkatan Laut Kerajaan Jepang yang mengangkut pasukan mendarat di Pulau Jawa.

Sayang sekali usaha ini gagal dan segenap pasukan berhasil mendarat dengan selamat dibawah komando Letnan Jenderal Hitosi Imamura. Terowongan berupa jaringan goa di dalam perbukitan ini dinamakan Goa Belanda.

Pada masa kemerdekaan Goa ini pernah dipakai atau dimanfaatkan sebagai gudang mesiu oleh tentara Indonesia. Goa Belanda saat ini dapat dimasuki dengan aman dan dijadikan jadi tempat wisata yang penuh secara nilai sejarah.

Goa Jepang

Goa peninggalan masa perebutan Jepang di Tahura Bandung. (WOL Photo/Rindy Nurjanah)

Setelah terlepas dari penjajahan kolonial Belanda, di lokasi yang persis didirikan sebuah Goa oleh militer Jepang pada tahun 1942. Jeda Goa yang disebut Goa Jepang ini kurang lebih 600 meter lantaran pintu gerbang Taman Hutan Umum Ir. H. Djuanda melalui gerbang Dago Pakar. Goa ini didirikan oleh militer Jepang untuk dijadikan barak militer dan perlindungan.

Jika pada Goa Belanda ditemukan sebanyak 15 lorong, dalam Goa Jepang anda akan menemukan 18 bunker yang masih di dalam keadaan sama seperti aslinya. Bunker – bunker ini pun mempunyai fungsi yang berbeda-beda, misalnya jadi tempat pengintaian, tempat penembakan, tahanan, ruang pertemuan, gudang dan bagian.

Bunker – bunker ini dibangun dengan jarak bersebelahan, sekitar 30 meter. Konon, buat membangun Goa Jepang ini, tentara Jepang memanfaatkan masyarakat Indonesia secara paksa atau kita kenal secara Romusha.

Kondisi kedua Goa ini terlihat sangat bertentangan. Jika Goa Belanda terlihat sudah kokoh dengan dinding yang disemen, Goa Jepang justru sebaliknya. Goa Jepang nampak dibiarkan seperti aslinya dan tidak mengalami renovasi, sedangkan Goa Belanda sudah dilakukan kira-kira kali renovasi.

Terlihat Goa Jepang ini tampak belum selesai pembangunannya, karena ada kira-kira bunker yang terlihat buntu. & pada Goa Belanda, akan menemukan instalasi listrik yang sudah ada sejak zaman dahulu, tepatnya ada di atap goa. Sedangkan dalam Goa Jepang, tidak ditemukan instalasi listrik sedikit pun.

Lorong saat masuk Goa Jepang, di Tahura Bandung. (WOL Photo/Rindy Nurjanah)

Untuk anda yang ingin berwisata peninggalan sejarah ke Goa Belanda serta Jepang, pengunjung harus masuk meniti gerbang Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda melalui Dago Pakar. Sebelum masuk melalui reservasi online di situs resmi tahuradjuanda. jabarprov. go. id, dan dikenakan imbalan relatif murah.

Kemudian, jika ingin masuk ke di dalam kedua Goa tersebut, dapat juga meminta jasa guide yang sudah disediakan oleh pihak pengelola. (wol/tim/berbagai sumber/d2)