Dampak Covid-19, Sekolah Swasta Diminta Iba Keringan Iuran SPP


Plt Kadis Pendidikan Medan, Masrul Badri. (WOL Photo)

MEDAN, Waspada. co. id – Pandemi Covid-19 di Praja Medan tidak hanya berdampak di pendapatan pekerja informal, namun juga menggerus pendapatan orangtua siswa, khususnya yang menyekolahkan anak mereka pada sekolah swasta. Sebab, tidak semua orangtua siswa sekolah swasta memiliki pekerjaan mapan dan pendapatan yang cukup.

Seperti pengesahan orangtua siswa swasta di Kawasan inisial SI. Di mana dirinya meminta keringanan untuk membayar iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Pokok, selama pemberlakuan belajar mandiri dalam rumah, seluruh fasilitas sekolah tidak dipergunakan.

“Kalau Disdik kasih imbauan ke sekolah preman yang untungnya banyak, kan mampu. Jd harus jelas kebijakannya. Zona, kalau sekolah negeri nggak urusan, kalau swasta kan mahal. Kemudahan tidak digunakan, jadi orangtua juga agak terbantu atau ngurangi muatan, ” ujar ibu dua bujang ini kepada Waspada Online, Senin (13/4).

Sementara tersebut Ketua Komisi II DPRD Zona Aulia Rachman, menyebutkan pihaknya sangat setuju jika ada keringanan iuran SPP bagi siswa yang belajar di sekolah swasta. Apalagi memikirkan situasi ekonomi pasca pandemi Covid-19 yang sudah dalam tahap tanggap darurat.

“Kebijakan penggratisan iuran SPP selama 3 bulan bagi siswa sekolah swasta terkendala payung hukum. Karena Pemko Medan belum menerbitkannya. Kita tunggulah barang apa respon mereka. Kalau cepat kita apresiasi langkah itu, apalagi suasana sekarang ini. Ekonomi semakin suram. Kalau ada keringanan, kan agak sedikit terbantu warga kita, ” ucapnya.

Menyikapi kejadian itu, Plt Kepala Dinas Pelajaran Kota Medan, Masrul Badri, mengaku kalau pihaknya sangat merasakan apa yang dialami para orang sampai umur siswa, yang anaknya bersekolah dalam sekolah swasta.

“Saya sudah surati Badan Musyawarah Perguruan Swasta untuk minta relaksasi pembalasan uang sekolah, ” jawabnya sedikit. (wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN