Catat! Ini Tata Cara Pencoblosan dalam TPS saat Pandemi Covid-19


Ilustrasi (WOL Photo)

agregasi

JAKARTA – Pilkada Serentak 2020 telah di ajaran mata. Seluruh calon kepala wilayah akan bertarung di 270 wilayah, dengan rincian sembilan provinsi, 37 kota dan 224 kabupaten.

Sebelumnya, Pilkada 2020 akan dihelat pada bulan September, tetapi karena pandemi Covid-19 , penyelenggara pemilu dalam peristiwa ini Komisi Pemilihan Umum KPU memutuskan Pilkada 2020 digelar dalam 9 Desember.

KPU juga telah menerbitkan Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2020, mengenai Pelaksanaan Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur, Bupati Dan Wakil Bupati, Dan/Atau Wali Kota Dan Pemangku Wali Kota Serentak Lanjutan Di Kondisi Bencana Nonalam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

KPU juga akan menerapkan protokol kesehatan yang teliti selama proses pemungutan dan estimasi suara pada tanggal 9 Desember nanti. Berikut ini tata jalan pencoblosan di tengah pandemi.

Pertama , zaman pemilih datang diwajibkan mencuci lengah dan menjaga jarak minimal satu meter saat antre memasuki TPS.

Kedua , pemilih mendaftarkan muncul ke petugas KPPS dengan memakai alat tulis masing-masing pemilih.

Ketiga , menggunakan sarung tangan plastik yang dikasih oleh petugas KPPS, kemudian duduk di bangku antrean, atau tepat ke bilik suara apabila sudah diberi kesempatan mencoblos oleh Kepala KPPS.

Keempat, sesudah mencoblos langsung melepas salah satu menyarung tangan plastik untuk diberikan tinta di jari tanda telah mengambil.

Kelima , melepas sarung tangan plastik lulus membuangnya ke tempat yang telah disediakan.

Keenam , pemilih kembali mencuci lengah di tempat yang sudah disediakan di luar TPS. Pemilih dengan sudah menunaikan hak pilihnya diminta untuk kembali ke rumah per agar tidak ada kerumunan dalam sekitar TPS.

Selain itu, KPU juga menyiapkan skenario-skenario darurat seperti pakaian hazmat ang diperuntukkan bagi petugas KPPS. Hal ini untuk mencegah penularan virus, apabila ada pemilih yang mendadak pingsan atau terjatuh di TPS karena diduga terinfeksi Covid-19.

KPU juga menyiapkan kepala bilik khusus, diperuntukkan bagi pemilih yang memiliki suhu diatas 37, 3 derajat Celsius. Protokol kesehatan tubuh ketat dan beberapa inovasi pada TPS yang dijalankan oleh KPU semata-mata bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuh pemilih.