Brigjen Prasetio Bakal Dijerat Pasal Berlapis


Irjen Listyo Sigit.

JAKARTA, Waspada. co. id – Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa Brigjen Prasetijo Utomo bakal dijerat dengan bab berlapis terkait kasus buron Djoko Tjandra.

Dia menjelaskan bahwa sementara perwira tinggi Polri itu diduga melakukan pelanggaran kejahatan dalam pembuatan surat palsu serta upaya menghalangi penyidikan terhadap buronan Djoko Tjandra.

“Dugaan awal melanggar Pasal 221 serta 263 KUHP, ” kata Listyo kepada wartawan Senin, (20/7).

Dia menjelaskan bahwa era ini sedang akan dilakukan investigasi gabungan antara tim reserse dan Propam yang menjadi pengawas privat Korps Bhayangkara tersebut. Menurutnya tim reserse akan menggunakan hasil penjagaan sementara Prasetijo di Propam.

“Hari Senin (Hari ini) akan diserahkan hasil interogasi Div Propam (Profesi dan Pengamanan) sebagai dasar LP (Laporan Polisi), ” kata dia.

Advertisement

Tim khusus reserse yang dibentuk oleh Kabareskrim beranggotakan personel dari Direktorat Tindak Pidana Umum, Direktorat Tindak Pidana Korupsi, Direktorat Siber.

Dari hasil pemeriksaan internal, diketahui bahwa Brigjen Prasetijo Utomo yang merupakan mantan Kakorwas Bareskrim Polri telah menyalahgunakan wewenangnya dengan menerbitkan surat jalan bagi Djoko Tjandra untuk berpergian di Nusantara Juni lalu.

“Sedangkan untuk pihak-pihak yang terkait dalam luar Institusi Polri saat ini sedang dalam proses lidik & pendalaman lebih lanjut, ” lanjut dia.

Dalam kasus ini, tiga Perwira Tinggi Polri telah dicopot oleh Kapolri lantaran jabatannya. Pertama, Kepala Biro Penyelarasan dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo sesudah terbukti menandatangani surat jalan buat Djoko melintas dari Jakarta ke Pontianak Juni lalu.

Pencopotan itu sesuai dengan surat telegram Kapolri bernomor ST/1980/VII/KEP. /2020 tertanggal 15 Juli 2020. Di hal ini, Prasetijo menjalani penjagaan di Divisi Profesi dan Perlindungan (Propam) dan ditahan selama 14 hari di ruang khusus Provos Mabes Polri.

Lalu, Kepala Divisi Hubungan Internasional Penilik Jenderal Napoleon Bonaparte dan Penulis NCB Interpol Indonesia Brigadir Jenderal Nugroho Slamet Wibowo. Keduanya menjalani pemeriksaan di Propam dan dinyatakan telah melanggar etik.

Pencopotan dua perwira tinggi itu tertuang dalam surat telegram (STR) nomor ST/2076/VII/KEP/2020 yang ditandatangani sebab Asistem Sumber Daya Manusia (SDM) Polri Irjen Sutrisno Yudi Hermawan atas nama Kapolri tertanggal 17 Juli 2020. (cnnindonesia/ags/data3)