Boiman Kurir Sabu 56 Kg Selamat Dari Hukuman Hancur

KAWASAN, Waspada. co. id – Boiman nama lain Boy Bin Kartowijoyo (56) kurir sabu 56 kg selamat dari hukuman beku yang diberikan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Kawasan. Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) mengubah putusan tersebut menjelma 17 tahun penjara.

Penasihat hukum terdakwa Boiman, Tita Rosmawati, membenarkan putusan MA terhadap awak Lingkungan II Batang Kilat, Desa Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Zona ini.

“Benar. Kami menerima salinan putusan pada, Kamis 22 April 2021 morat-marit, bahwa klien kami Boiman divonis 17 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara sebab MA, ” ungkap Tita Rosmawati, Rabu (28/4).

Selain Boiman, logat Tita, kami juga telah mengajukan Kasasi untuk ke tiga terdakwa lainnya yakni Sunarto alias Narto bin M. Suniyo, Suhairi alias Heri Bin Manjo, & Marsimin alias Min bin Mat Suwardi. Sementara untuk terdakwa Iskandar alias Is bin Hamid juga mengajukan kasasi melalui penasihat hukumnya.

“Namun, klien kami atas nama Suhairi dan Marsimin tetap dijatuhi hukuman mati oleh MA. Sementara untuk terdakwa Sunarto, kami belum menerima vonis dari MA, ” sebutnya

Sebelumnya, Boiman dan ke empat terdakwa Iskandar alias Is bin Hamid, Sunarto alias Narto bin M. Suniyo, Suhairi alias Heri Bin Manjo dan Marsimin alias Min bin Mat Suwardi masing-masing dijatuhi hukuman mati sebab majelis hakim Pengadilan Agung Medan.

Itu terbukti bersalah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 114 bagian 2 jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 mengenai Narkotika.

Yakni terbukti telah melakukan pembicaraan jahat untuk melakukan tindak pidana menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, memindahkan, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan-I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya lebih dari 5 gram.

Di pengadilan tingkat pertama, majelis hakim PN Medan, menghukum lima tersangka dengan pidana mati. Azab itu sama dengan tuntutan JPU dari Kejari Daerah, Nur Ainun. Selanjutnya, lima terdakwa menempuh upaya melaksanakan.

Di tingkat banding, para terdakwa justru dijatuhi pidana mati di dalam Kamis 16 April 2020. Atas putusan itu ana tak terima, lalu saya mendampingi para terdakwa mengajukan kasasi.

Itu menilai hukuman itu sangatlah tinggi. Salah satu alasannya, Boiman hanya disuruh membawa sabu, bukan sebagai bandar ataupun pemilik sabu.

“Alhamdulillah MA menerima kasasi kami dan dikabulkan. Untuk putusan MA kami menanggapi sesuai memori kasasinya memajukan hak asasi untuk hidup. Diubahnya putusan PT Medan dari vonis mati menjadi 17 tahun, kami bersyukur bahwa terdakwa kami sedang diberikan untuk hidup supaya memperbaiki kesalahannya dan lebih berguna lagi untuk kelompok, ” tukas Tita Rosmawati. (wol/ryan/d2)

Editor: SASTROY BANGUN