Bersiul di Persidangan, Penyebar Video Kotor Dipenjara 12 Tahun


WOL Photo

MEDAN, Waspada. co. id – Terdakwa kasus pemberi tahu video syur berdurasi 34 denyut dan foto mesum bersama pacarnya, Arisman Harefa alias Ama Endru (45) dijatuhi hukuman penjara semasa 12 tahun penjara.

Dalam nota putusan, Majelis Ketua yang diketuai Mery Donna, menjelaskan bahwa bapak dua anak itu, telah melanggar Pasal 29 UU RI No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

“Menjatuhkan terdakwa Arisman Harefa alias Arisman Harefa alias Ama Endru dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda Rp800 juta secara subsider 6 bulan penjara, ” vonis hakim di Ruang Cakra IV, Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/12).

Dalam pertimbangan hakim, hal yang memberatkan tersangka Arisman karena berbelit-belit, terdakwa semasa di persidangan bersiul-siul dan tersangka Arisman sangat merendahkan martabat perempuan serta telah mencemarkan nama indah saksi korban seumur hidupnya.

“Sedangkan hal yang meringankan terdakwa Arisman belum pernah dihukum, ” tegas majelis hakim Mery Donna.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa Arisman melalui penasihat hukumnya menyatakan melaksanakan.

Diketahui vonis molek hakim lebih tinggi dari syarat JPU Robert Silalahi yang sebelumnya menuntut terdakwa Arisman dengan pidana penjara selama 9 tahun & denda Rp800 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan digantikan dengan pidana penjara selama 6 kamar.

Mengutip dakwaan JPU, Robert Silalahi, mengatakan kasus berasal terdakwa Arisman berkenalan dengan target berinisial LG di salah utama rumah ibadah Jalan Binjai serta saling bertukar nomor handphone. Kemudian keduanya sering berkomunikasi melalui WhatsApp sampai dengan pacaran.

“Setelah itu, korban LG dirayu untuk dapat melakukan hubungan mesra, sehingga korban LG mau diajak melakukan hubungan suami istri. Di saat melakukan hubungan suami hidup tersebut terdakwa Arisman mengambil gambar dan foto adegan tersebut, ” kata JPU Robert Silalahi.

Lanjut dikatakan JPU, video dan foto-foto tersebut dijadikan ancaman terhadap diri korban LG, apabila tidak mau melayani nafsunya, oleh sebab itu foto-foto tersebut akan disebarluaskan sebab terdakwa Arisman.

“Akibatnya, korban LG merasa ketakutan maka akhirnya orangtua dan keluarga besar korban mengetahui peristiwa tersebut serta tidak membolehkan korban berhubungan dengan teman laki-laki lain, selain tersangka Arisman, ” sebut JPU Robert Silalahi.

Dikatakan JPU, bahwa terdakwa melakukan penyebaran tulisan dan video saat korban LG berhubungan badan dengan terdakwa Arisman dengan menggunakan handphone miliknya.

“Terdakwa Arisman juga sudah memperlihatkan gambar dan video berdurasi 34 detik tersebut dari handphone miliknya pada korban, ” ujar JPU.

Selanjutnya, prawacana JPU, Arisman mengirimkan foto & video durasi 34 detik era berhubungan badan kepada korban menggunakan WhatsApp dan Akun Instagram di dalam hari Sabtu tanggal 22 Juli 2017 di Media Sosial WhatsApp milik FG dan pada tanggal 18 sampai tanggal 20 Januari 2020.

“Tak cuma dengan saksi FG, terdakwa Arisman juga mengirimkan video dan memotret tersebut kepada keluarga korban, yakni ibu kandung korban, beserta OP dan IR. Atas perbuatan tersangka Arisman, korban LG merasa borok dan tercemar nama baik di hadapan keluarga dan umum, ” pungkas JPU Robert Silalahi. (wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN