Bergaya! TNI Ciptakan Ban ‘Kebal’ Peluru, Tanpa Udara dan Antibocor


Mobil TNI Anti Bocor (Foto: Dok. Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD)

JAKARTA, Waspada. co. id – Prajurit Nasional Indonesia (TNI) AD memajukan inovasi baru ban tanpa suasana yang terinspirasi produk serupa buatan pemanufaktur ban global. Ban tanpa udara itu diciptakan oleh Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD.

Pengembangan telah dilakukan sejak awal 2019 serta sudah dilakukan pengujian pada depan tahun ini. Pembuatan, pengembangan, & pengujian ban tanpa udara tersebut dilakukan di Batu, Jawa Timur.

Komandan Poltekad Kodiklat TNI AD Brigadir Jenderal Nugraha Gumilar menjelaskan ide ban minus udara terinspirasi para insinyur otomotif dunia yang mampu membuat jalan kendaraan yang fungsional tanpa perlu diisi udara.

“Kami nyoba buat juga, kalau kualitasnya tidak kalah. Jadi kita angkuh juga dengan produk dalam kampung, ” kata Nugraha melalui sambungan telepon, Kamis (16/7).

Nugraha mengungkap pengembangan ban memakai teknologi, peralatan, dan material elementer. Misalnya pada bagian seperti jari-jari berongga seperti sarang lebah dibuat menggunakan karet mentah olahan senyawa kimia.

Advertisement

Olahan tersebut kemudian dicetak lalu disambung ke bagian tapak ban menggunakan bentuk vulkanisir. “Karena memang laboratorium awak belum secanggih seperti produsen-produsen jalan begitu, ” kata dia.

Formula

Nugraha bercerita pengembangan jalan ini tidak langsung berjalan bagus. Para siswa sempat merasakan rusak saat membuat ‘adonan’ karet hijau yang dicampur zat kimia. Tetapi akhirnya mereka terus meracik ramuan khusus hingga formula dirasa positif.

“Pertama itu batal karena olahan karet terlalu empuk. Terus dibuat lagi dan sudah lumayan keras tapi lebih bentuk menahan beban. Itu kemudian dicetak sesuai ukuran ban, ” logat dia.

“Kemudian tersedia juga yang antara tapak secara jari-jari ban ini kami rekatkan menggunakan lem. Tapi ternyata tidak kuat dia, sudah pecah-pecah gak lama, ” sambung Nugraha.

Formula terbaru ban minus udara karya Poltekad telah diuji coba pada pikap kabin ganda. Klaim Nugraha ban tersebut berpengaruh menahan beban hingga dua sampai empat ton.

“Tapi kalau mau dipakai ke mobil besar lagi harus bikin jaring-jaringnya yang lebih kuat dan fleksibel lagi, ” kata dia.

Kelebihan ban tanpa suasana

Ban tanpa udara dibuat dengan sistem unik yang memiliki banyak rongga. Struktur ini punya banyak kegiatan, antara lain sebagai penyangga dan peredam. Struktur itu, yang berperan seolah-olah jari-jari pelek, menimbulkan penampilan berbeda dari ban pada umumnya.

Nugraha bilang kelebihan ban tanpa udara yakni tidak jadi bocor saat tertusuk benda pandai, misalnya seperti paku besar. Selain itu dikatakan juga ban kebal serangan tembakan pistol.

“Jadi kena paku, batu, ya tidak bocor. Jalan terus. Ke-2 ditembak peluru tidak rusak sebab bisa mantul. Kecuali diberondong pelor mungkin rusak, tapi tidak langsung rusak saat itu. Terus tersebut saat kena batu lentur, ” ucap dia.

Sekitar ini ban sudah diuji coba pada pikap kabin ganda mengitari area perkotaan di Batu. Dia juga mengatakan pihaknya masih tetap melakukan pengembangan agar formulanya ideal.

“Kalau di perkotaan sudah diuji coba hampir dua jam tidak ada masalah. Belakang kami ingin coba lagi misalnya di jalan tol dengan kecepatan sekian, durasi berapa jam. Kami ingin tau kalau kondisi panas sekali ban kuat tidak, meleleh tidak. Jadi kami akan tetap kembangkan, ” ungkap Nugraha. (cnnindonesia/ags/data3)