Bagian PAN DPRD Medan: Kinerja OPD Minim Menggali PAD


WOL Photo

MEDAN, Waspada. co. id – Fraksi PAN DPRD Medan mengaku miris dan menyayangkan kinerja beberapa Organisasi Perangkat Wilayah (OPD) Pemko Medan yang kurang bahkan gagal memenuhi target PAD di Tahun 2019 lalu. Pada mana target Rp6 triliun bertambah hanya tercapai Rp5 triliun lebih atau 88, 20 persen.

Hal demikian dinilai petunjuk lemahnya pengelolaan data dan sumber informasi beberapa Satuan Kerja Unit Daerah (SKPD) dalam menyusun perkiraan dan tidak adanya inovasi & tanggung jawab kerja untuk menyidik potensi PAD.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Bagian PAN DPRD Medan, Sudari ST, dalam pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Wali Kota Medan T. A APBD 2019, pada kerap paripurna di gedung dewan, Senin (22/6).

Begitu selalu terkait penataan infrastruktur, Sudari memperhitungkan belum memberikan hasil yang suntuk. Terbukti beberapa perbaikan infrastruktur tak memberikan kenyamanan bagi warga. Terpaut hal itu, Sudari mempertanyakan pihak Dinas PU Kota Medan kenapa hanya mampu menyerap anggaran sekitar 83, 28 persen sementara penuh keluhan masyarakat agar kualitas & anggaran infrastruktur maksimal.

Selain itu, Fraksi PAN selalu menyoroti bagaimana komitmen Pemko Kawasan untuk menjalankan rekomendasi DPRD Daerah terkait penggunaan dan pemasangan typing box di beberapa hotel & restoran. Diketahui sistem pemungutan retribusi dan retribusi melalui self assesment system, di mana pemungutan retribusi dan retribusi penentuan bebannya ditentukan oleh wajib pajak yang bersangkutan. Sistem lama itu sangat berpotensi lost pendapatan. Untuk itu benar perlu disikapi demi peningkatan PAD dengan potensi yang dinilai menyusun.

Advertisement

Di akhir uraian umumnya, Sudari selaku Bendahara Bagian PAN DPRD Medan itu mempersoalkan upaya dan kesiapan Pemko Zona menyanggupi anggaran Pilkada 2020 tatkala PAD Pemko Medan tahun itu dipastikan jauh menurun dari target.

Ditambahkan Wakil Pemimpin Komisi II DPRD Medan yang membidangi kesehatan itu, terkait penyebaran covid-19 yang terus bertambah pada Kota Medan dan kian memerihkan sebagai zona merah, apa saja langkah Pemko Medan untuk meminimalisir memutus mata rantai pandemi covid tersebut.

Bahkan, perkara nasib pedagang Pasar Bengkok Abjad korban kebakaran 4 tahun berarakan supaya segera dicari solusi. Bagian PAN minta Pemko Medan supaya benar-benar merealisasikan program universal healt corvorage penjaminan kesehatan seluruh umum Kota Medan yang tidak tercover Penerima Bantuan Iuran (PBI) Kesehatan tubuh, padahal jumlah yang dicover PBI pemerintah pusat, provinsi dan praja sudah melampaui jumlah orang bapet yang ada di kota Kawasan. (wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN