5 Tahanan Kabur, Pengamat Kaidah: Evaluasi Kinerja Kepala BNNP Sumut

MEDAN, Waspada. co. id – Kaburnya lima tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara di dalam Hari Raya Idul Fitri menjadi perbincangan hangat kelompok.

Pengamat Adat, Muslim Muis, mengatakan kaburnya lima tahanan dari organ tahanan sebagai bukti kealpaan Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial, dalam melangsungkan pengawasan terhadap para benduan.

“Untuk itu, Kepala BNN RI harus segera melaksanakan evaluasi terhadap kinerja Besar BNNP Sumut yang dinilai gagal mengamankan para benduan di dalam balik jeruji besi, ” katanya, Senin (17/5).

Muslim mengungkapkan terhadap personil dengan saat melakukan penjagaan organ tahanan harus diberikan sanksi karena dinilai telah patah pucuk menjalankan yang mengakibatkan benduan kabur.

“Sanksi yang diberikan ini agar kasus kaburnya tahanan pada BNNP Sumut tidak terulang kembali, ” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pemberantasan BNNP Sumut, Kombes Pol Sempana Sitepu, mengucapkan kaburnya ke lima tahanan setelah petugas jaga disiram dengan air cabai.

“Kejadiannya Minggu (16/5) dini hari tepatnya di Arah B kamar 01, ” katanya saat memberikan fakta kepada awak media.

Sempana mengungkapkan, dalam saat itu salah seorang tahanan berteriak meminta air minum. Mendengar teriakan benduan, petugas pun datang mendatangkan satu galon air minuman.

“Tiba-tiba lupa seorang tahanan menyiram tirta cabai ke wajah aparat hingga menyebabkan lima tahanan melarikan dari dalam sel tahanan, ” ungkapnya era para tahanan itu suram sempat melakukan perlawanan dengan memukuli petugas.

Adapun ke lima tangsi yang kabur itu bertanda Rahmat Hidayatulloh alias Mhd Isbandi warga Perum Tanah Melati, Jalan Marcopolo, Kecamatan Dapur 12, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Kemudian, Zulkifar warga Dusun Matang Mesjid, Desa Matang Punong, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi NAD, Muhammad Junaidi warga Bulevar Baung, Dusun Mesjid, Kelurahan Sei Buah Keras, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Sumut.

Selanjutnya, Irwanda dan Marzuki Ahmad warga Jalan Irigrasi TGK, Dimane Desa Tufah, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Aceh.

“Saat ini ke lima tahanan itu masih dalam pengejaran aparat, ” terang Sempana menutup. (wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN